Perombakan Besar di BRI: Hery Gunardi Nahkodai Perseroan, Dividen Rp51,74 Triliun Disetujui
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami perubahan signifikan dalam jajaran kepemimpinannya. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 24 Maret 2025, menyetujui perombakan direksi dan komisaris, menandai babak baru bagi salah satu bank terbesar di Indonesia ini.
Perubahan Strategis di Jajaran Direksi
Perubahan paling mencolok adalah penunjukan Hery Gunardi sebagai Direktur Utama BRI, menggantikan Sunarso. Hery Gunardi sebelumnya memimpin PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), membawa pengalaman luas di sektor perbankan syariah ke BRI. Selain itu, Agus Noorsanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan, kini mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Utama, menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap kapabilitasnya.
Posisi strategis lainnya juga mengalami perubahan. Ahmad Solichin Lutfiyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan, kini memimpin sebagai Direktur Human Capital and Compliance. Perubahan ini mencerminkan komitmen BRI terhadap pengembangan sumber daya manusia dan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin ketat.
Secara keseluruhan, RUPST kali ini memberhentikan 19 nama dari jajaran komisaris dan direksi, menandakan pembersihan dan penyegaran yang signifikan dalam struktur organisasi BRI. Selain itu, terdapat perubahan nomenklatur jabatan anggota direksi, yang bertujuan untuk menyelaraskan peran dan tanggung jawab dengan strategi bisnis perusahaan.
Berikut adalah susunan lengkap direksi BRI setelah RUPST:
- Direktur Utama: Hery Gunardi
- Wakil Direktur Utama: Agus Noorsanto
- Direktur Human Capital & Compliance: Ahmad Solichin Lutfiyanto
- Direktur Operations: Hakim Putratama
- Direktur Corporate Banking: Riko Tasmaya
- Direktur Network dan Retail Funding: Aquarius Rudianto
Dividen Jumbo untuk Pemegang Saham
Selain perombakan jajaran kepemimpinan, RUPST BRI juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 51,74 triliun untuk tahun buku 2024. Angka ini setara dengan Rp 208,40 per saham, dengan dividend payout ratio (DPR) mencapai 85,32 persen. Sebelumnya, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 20,33 triliun atau Rp 135 per lembar saham pada 15 Januari 2025. Dengan demikian, total dividen yang akan diterima pemegang saham BRI mencapai Rp 343 per saham.
Pembagian dividen yang besar ini mencerminkan kinerja keuangan BRI yang solid sepanjang tahun 2024. BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 60,64 triliun, menunjukkan pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan.
Susunan Dewan Komisaris yang Baru
RUPST juga menetapkan susunan baru dewan komisaris BRI:
- Komisaris Utama: Kartika Wirjoatmodjo
- Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen: Parman Nataatmadja
- Komisaris: Awan Nurmawan Nuh
- Komisaris: Helvi Yuni Moraza
- Komisaris Independen: Edi Susianto
- Komisaris Independen: Lukmanul Khakim
Pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi yang baru ini akan efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memenuhi semua persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perombakan ini diharapkan dapat membawa angin segar dan memperkuat posisi BRI sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia.
Perubahan ini menandai era baru bagi BRI, dengan harapan dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.