Aksi Protes UU TNI di Malang Berujung Bentrokan, Puluhan Kendaraan Diamankan Polisi
Aksi unjuk rasa menentang Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu malam (23/3/2025) berubah menjadi kericuhan yang menyebabkan kerusakan dan penangkapan. Polresta Malang Kota mengamankan sedikitnya 80 sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya di sekitar lokasi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah, kendaraan-kendaraan tersebut ditinggalkan di pinggir jalan oleh pemiliknya saat kericuhan terjadi. "Motor-motor ini ditinggal oleh pemiliknya dan terparkir di pinggir jalan. Agar tidak mengganggu pengguna jalan, maka kami amankan," jelasnya pada Senin (24/3/2025). Pihak kepolisian membuka layanan pengambilan kendaraan bagi pemilik yang dapat menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah seperti KTP, STNK, dan BPKB di kantor Polresta Malang Kota.
Demo yang awalnya berlangsung damai tersebut memanas dan berujung pada tindakan anarkis. Massa aksi dilaporkan berhasil menjebol pagar sisi utara Gedung DPRD Kota Malang. Selain itu, sebuah pos keamanan dibakar dan pos lainnya mengalami kerusakan parah pada bagian atapnya. Api sempat membakar sebagian sisi gedung DPRD, namun berhasil dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang sebelum meluas.
Kericuhan ini menyebabkan sejumlah orang terluka. Aliansi Suara Rakyat (ASURO) melaporkan bahwa sekitar 6 hingga 7 peserta aksi dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka yang diderita. Selain itu, 10 orang dilaporkan hilang kontak dan 3 orang lainnya diamankan oleh pihak kepolisian.
Berikut adalah poin-poin penting terkait kejadian ini:
- Aksi Protes: Demonstrasi menolak UU TNI di depan Gedung DPRD Kota Malang.
- Kericuhan: Aksi unjuk rasa berujung bentrokan antara massa dan aparat.
- Kerusakan: Pagar DPRD jebol, pos keamanan dibakar, dan gedung mengalami kerusakan.
- Korban: Sejumlah peserta aksi terluka dan dilarikan ke rumah sakit.
- Penangkapan: Tiga orang massa aksi diamankan polisi.
- Kendaraan: 80 sepeda motor diamankan karena ditinggalkan pemiliknya.
Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku kericuhan dan mengungkap penyebab pasti terjadinya insiden tersebut. Situasi di Kota Malang saat ini berangsur kondusif, namun pihak kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya aksi serupa di kemudian hari.