Exit Tol Tamanmartani: Turunan Curam Mengintai Pemudik, Dishub DIY Siagakan Rambu dan Jalur Alternatif

Antisipasi Bahaya Turunan Curam di Exit Tol Tamanmartani, Yogyakarta

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan penting bagi para pemudik yang akan melintasi exit tol Tamanmartani. Pasalnya, exit tol ini memiliki karakteristik turunan yang cukup ekstrem, mencapai lebih dari 45 derajat, sehingga berpotensi menimbulkan bahaya bagi pengemudi yang kurang berpengalaman atau tidak berhati-hati.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santoso, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Sosialisasi gencar dilakukan kepada masyarakat sekitar exit tol agar turut membantu mengarahkan dan mengingatkan para pemudik. Wiyos juga menyoroti bahwa exit tol ini bersifat darurat dan tidak memiliki gerbang tol standar, sehingga pengemudi perlu ekstra waspada saat keluar tol.

"Kondisi turunan yang curam dan langsung berbelok ke jalan kabupaten menjadi perhatian utama kami. Jika pengemudi tidak terbiasa dengan kondisi seperti ini, risiko kecelakaan akan meningkat," ujar Wiyos.

Upaya Mitigasi Risiko dan Pengalihan Arus Lalu Lintas

Sebagai langkah konkret, Dishub DIY telah memasang rambu-rambu peringatan yang jelas dan mudah terlihat di sekitar area exit tol Tamanmartani. Rambu-rambu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengemudi akan potensi bahaya turunan curam.

Selain itu, Dishub DIY juga telah menyiapkan posko-posko di beberapa titik masuk ke Yogyakarta, termasuk di Tamanmartani, untuk memantau dan mengelola kepadatan lalu lintas. Pemudik yang tidak memiliki tujuan ke Kota Yogyakarta akan diarahkan ke jalur-jalur alternatif yang telah disiapkan.

  • Jalur Alternatif ke Magelang: Pemudik yang menuju Magelang diarahkan melalui jalur Pakem, sehingga tidak perlu masuk ke Kota Yogyakarta.
  • Jalur Alternatif ke Selatan: Pemudik yang menuju arah selatan akan diarahkan keluar melalui Prambanan ke Piyungan.

Wiyos menambahkan, apabila kemacetan di exit Tamanmartani mencapai dua kilometer, jalur tersebut akan ditutup sementara dan seluruh kendaraan akan dialihkan ke exit Prambanan. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan kendaraan dan potensi kecelakaan yang lebih serius.

Pembukaan Fungsional Tol Prambanan-Tamanmartani untuk Mudik Lebaran

Jalan tol Yogyakarta-Solo segmen Prambanan-Tamanmartani sepanjang 6,78 kilometer resmi dibuka fungsional pada Senin, 24 Maret 2025. Pembukaan ini bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di gerbang tol Prambanan, Klaten, selama periode mudik Lebaran 2025. Tol ini beroperasi fungsional dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB.

Humas Proyek Tol Yogyakarta-Solo Wilayah DIY PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto, mengonfirmasi pembukaan tol tersebut dan berharap dapat membantu kelancaran arus mudik tahun ini.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Dishub DIY berharap para pemudik dapat melintasi exit tol Tamanmartani dengan aman dan lancar, serta tiba di tujuan dengan selamat.