Kerinduan Masa Kecil Drew Barrymore: Mengenang Impian Dijemput Sekolah
Kerinduan Masa Kecil Drew Barrymore: Mengenang Impian Dijemput Sekolah
Aktris ternama, Drew Barrymore, baru-baru ini membuka diri tentang pengalaman masa kecilnya yang ternyata menyimpan kerinduan mendalam. Dalam acara talkshow yang dipandunya, Barrymore berbagi cerita dengan Moon Zappa, putri dari musisi legendaris Frank Zappa, mengenai hal-hal sederhana yang luput dari perhatiannya saat tumbuh dewasa. Salah satu momen yang paling membekas adalah impian untuk dijemput dari sekolah oleh orang tua.
Barrymore, yang secara hukum telah mandiri dari orang tuanya sejak usia 14 tahun, mengungkapkan bahwa ia merasa iri ketika melihat teman-temannya memiliki kesempatan untuk menelepon orang tua mereka saat sakit dan meminta untuk dijemput. Pengalaman ini sangat kontras dengan kehidupannya, di mana ia merasa tidak memiliki figur orang tua yang dapat diandalkan. Ayahnya, John Drew Barrymore, cenderung absen, sementara ibunya, Jaid Barrymore, menerapkan aturan dan batasan yang ketat.
"Saya ingat semua anak di sekolah akan pergi ke kantor untuk menelepon orang tua mereka saat mereka sakit dan saya tidak pernah bisa menghubungi siapa pun," kata Barrymore.
"Dan saya sangat iri dengan anak-anak yang akan menelepon dan berkata, 'Bu, Ayah, jemput aku!' Saya hanya akan duduk di sana dan berkata, 'Gimana ya rasanya?'"
Moon Zappa, yang juga memiliki pengalaman serupa terkait hubungan kompleks dengan orang tuanya, turut merasakan apa yang dialami Barrymore. Zappa bahkan mengaku tidak dapat menonton acara penghargaan di mana para pemenang mengucapkan terima kasih kepada keluarga atau pasangan mereka, karena hal itu memicu emosi yang mendalam.
Pengalaman masa kecil ini membentuk keinginan kuat Barrymore untuk memberikan yang terbaik bagi kedua putrinya, Frankie dan Olive. Ia bertekad untuk menjadi orang tua yang hadir dan mendukung, meskipun ia menyadari bahwa mewujudkan hal itu tidak selalu mudah. Barrymore menyadari bahwa dirinya dibesarkan tanpa batasan yang jelas.
Barrymore juga mengakui bahwa ia memiliki hubungan yang kompleks dengan ibunya. Meskipun ia berterima kasih atas kebebasan yang diberikan ibunya untuk mengeksplorasi berbagai hal, ia juga menyadari bahwa ketiadaan batasan yang jelas membuatnya kesulitan dalam menerapkan disiplin pada anak-anaknya.
"Saya mencintai ibu saya. Saya sangat berterima kasih kepadanya karena jika ia tidak mengizinkan saya pergi dan menjelajahi semua area ini, maka saya tidak akan mengetahui siapa saya sebenarnya," kata Barrymore.
Ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, Barrymore merasa sangat terpukul. Ia membutuhkan waktu lama untuk pulih dari perasaan bersalah karena tidak dapat memberikan dinamika keluarga tradisional yang ia idam-idamkan untuk anak-anaknya.
Kisah Drew Barrymore ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang unik, dan pengalaman masa kecil dapat membentuk pandangan dan nilai-nilai kita sebagai orang dewasa. Meskipun ia tidak memiliki pengalaman dijemput dari sekolah, Barrymore berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya dan menciptakan keluarga yang penuh cinta dan dukungan.
Berikut poin penting dari cerita Drew Barrymore:
- Kerinduan masa kecil: Drew Barrymore mengungkapkan kerinduannya akan pengalaman sederhana seperti dijemput dari sekolah.
- Hubungan orang tua: Barrymore memiliki hubungan yang kompleks dengan kedua orang tuanya, dengan ayahnya yang absen dan ibunya yang menerapkan aturan ketat.
- Dampak pada pola asuh: Pengalaman masa kecil Barrymore memengaruhi pendekatannya sebagai orang tua, dengan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
- Kompleksitas keluarga: Kisah Barrymore menyoroti kompleksitas hubungan keluarga dan bagaimana pengalaman masa lalu dapat memengaruhi kehidupan kita.