KPK Soroti Tunggakan Kasus Korupsi Era Lalu, Gubernur DKI Jakarta Janji Pembenahan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena KPK mengingatkan Pramono mengenai sejumlah kasus korupsi lama yang belum terselesaikan di wilayah ibu kota. Pramono menegaskan komitmennya untuk membuka diri terhadap pengusutan yang dilakukan oleh lembaga anti-rasuah tersebut.
Dalam keterangannya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Pramono mengakui bahwa dirinya telah diingatkan mengenai kasus-kasus korupsi yang terjadi di masa lalu. Ia menyatakan bahwa hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintahannya. Meskipun belum memberikan rincian spesifik mengenai kasus-kasus yang dimaksud, Pramono menjamin bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap untuk bekerja sama sepenuhnya dengan KPK dalam menuntaskan perkara-perkara tersebut.
"Tadi diingatkan beberapa kasus (korupsi) lama yang belum selesai, tentunya itu menjadi catatan," ujar Pramono usai pertemuan.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa sebagian besar kasus korupsi tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kendati demikian, ia menyadari bahwa sebagai pemimpin saat ini, tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan tersebut berada di pundaknya.
"Tetapi apa pun karena saya sudah menjadi Gubernur DKI Jakarta, itu juga menjadi tanggung jawab saya," tegasnya.
Kunjungan ini, menurut Pramono, merupakan langkah awal untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta. Ia berharap agar di bawah kepemimpinannya, pemerintahan Jakarta dapat menjadi lebih transparan, akuntabel, dan terukur dalam setiap tindakan.
"Dengan demikian, apa yang kami lakukan hari ini mudah-mudahan akan memperbaiki sistem pemerintahan di Jakarta, clean and good government-nya lebih baik dan juga lebih terukur," kata Pramono.
Kedatangan Pramono di Gedung KPK disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Hardianto Harefa. Sementara itu, tim juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan koordinasi antara KPK dan Pemprov DKI Jakarta, yang salah satunya membahas mengenai upaya pencegahan korupsi.
"Betul, hari ini ada kegiatan koordinasi supervisi. Di antaranya untuk membahas program pencegahan korupsi di wilayah Jakarta," ungkap Budi Prasetyo.
Berikut poin-poin penting dari pertemuan tersebut:
- Pengingatan Kasus Korupsi Lama: KPK mengingatkan Gubernur Pramono Anung mengenai kasus-kasus korupsi lama di Jakarta yang belum terselesaikan.
- Komitmen Keterbukaan: Pramono menyatakan kesiapannya untuk membuka diri terhadap pengusutan yang dilakukan oleh KPK.
- Tanggung Jawab Gubernur: Meskipun kasus terjadi sebelum ia menjabat, Pramono mengakui tanggung jawabnya sebagai Gubernur untuk menyelesaikan masalah tersebut.
- Perbaikan Tata Kelola: Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta agar lebih transparan dan akuntabel.
- Koordinasi Pencegahan Korupsi: KPK dan Pemprov DKI Jakarta membahas program pencegahan korupsi di wilayah Jakarta.