Pemkab Yahukimo Bantah Tuduhan KKB: Guru dan Nakes Korban Kekerasan Direkrut Sesuai Prosedur
Pemkab Yahukimo Tegaskan Proses Rekrutmen Guru dan Tenaga Kesehatan Dilakukan Terbuka
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo dengan tegas membantah tuduhan yang dilayangkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terkait status guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban kekerasan di Distrik Anggruk. Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, memastikan bahwa proses rekrutmen para tenaga pendidik dan medis tersebut telah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku sejak tahun 2021.
"Kami ingin meluruskan informasi yang beredar. Para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Yahukimo, termasuk di Anggruk, adalah warga sipil profesional yang memiliki kompetensi di bidangnya. Mereka direkrut melalui proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Didimus Yahuli dalam keterangan persnya.
Didimus menjelaskan bahwa setiap calon guru dan nakes yang akan bertugas di wilayahnya, terlebih di daerah-daerah pedalaman, telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat. Hal ini meliputi verifikasi latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta rekam jejak keluarga. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mereka benar-benar memiliki integritas dan dedikasi untuk melayani masyarakat.
"Sebelum ditugaskan, kami melakukan pengecekan mendalam terhadap setiap calon. Kami ingin memastikan bahwa mereka bukan hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan," tegasnya.
Korban Kekerasan Bukan Intelijen atau Aparat Keamanan
Lebih lanjut, Bupati Yahukimo membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa para guru dan nakes tersebut merupakan anggota TNI-Polri yang menyamar atau bertugas sebagai mata-mata. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya KKB untuk memprovokasi dan menciptakan keresahan di masyarakat.
"Tuduhan bahwa mereka adalah intelijen atau aparat keamanan adalah kebohongan besar. Mereka adalah guru dan tenaga kesehatan yang murni ingin mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil," kata Didimus.
Didimus juga menyampaikan rasa prihatin dan keprihatinannya atas insiden kekerasan yang menimpa para guru dan nakes tersebut. Ia mengecam tindakan KKB yang dinilai telah merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan di Kabupaten Yahukimo.
"Kami mengutuk keras tindakan kekerasan ini. Ini adalah tindakan yang tidak manusiawi dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Kami akan terus berupaya untuk memberikan perlindungan dan keamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kami," tandasnya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, KKB melakukan penyerangan terhadap sejumlah guru dan nakes di Distrik Anggruk pada Jumat, 21 Maret 2025. Akibat serangan tersebut, beberapa korban mengalami luka-luka dan trauma. Para korban telah dievakuasi ke Jayapura dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSAD Marthen Indey.
Daftar Poin Penting:
- Pemkab Yahukimo membantah tuduhan KKB terkait status guru dan nakes.
- Proses rekrutmen guru dan nakes dilakukan secara transparan sejak 2021.
- Setiap calon guru dan nakes melalui serangkaian seleksi ketat.
- Korban kekerasan bukan anggota TNI-Polri atau mata-mata.
- Pemkab Yahukimo mengutuk keras tindakan kekerasan oleh KKB.
- Korban telah dievakuasi dan sedang menjalani perawatan di Jayapura.