Rupiah Tertekan Sentimen Global: Simak Pergerakan Kurs di Lima Bank Utama Indonesia
Rupiah Melemah Ditekan Kekhawatiran Global: Update Kurs di Lima Bank Besar
Nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/03/2025), dipengaruhi oleh sentimen pasar global yang kurang kondusif. Data Bloomberg menunjukkan pada pukul 09.18 WIB, rupiah berada di level Rp 16.533,5 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.501,5 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap implementasi kebijakan tarif baru oleh pemerintahan Trump yang akan berlaku efektif pada 2 April 2025. Kebijakan ini dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut memperburuk sentimen pasar.
Indeks dolar AS sendiri terpantau menguat ke level 104,10 pada pagi hari ini, setelah sebelumnya bergerak di kisaran 103 pada akhir pekan lalu. Kondisi ini semakin menekan pergerakan rupiah.
Tjendra memprediksi bahwa rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya hingga mencapai level Rp 16.550 per dolar AS, dengan level support di sekitar Rp 16.400.
Perbandingan Kurs Rupiah di Lima Bank Besar
Berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS di lima bank besar di Indonesia pada hari ini:
- BRI:
- Jual: Rp 16.546
- Beli: Rp 16.446
- Bank Mandiri:
- Jual: Rp 16.520
- Beli: Rp 16.490
- BNI:
- Jual: Rp 16.543
- Beli: Rp 16.523
- BCA:
- Jual: Rp 16.560
- Beli: Rp 16.540
- CIMB Niaga:
- Jual: Rp 16.534
- Beli: Rp 16.529
Sebagai informasi tambahan, kurs tengah Jisdor pada Jumat (21/03/2025) menunjukkan nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.501 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi hari Kamis (20/03/2025) yang berada di level Rp 16.481 per dolar AS. Data ini semakin mengkonfirmasi tren pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir.
Perlu diingat bahwa kurs jual adalah harga yang ditetapkan bank ketika menjual dolar AS kepada nasabah, sementara kurs beli adalah harga yang ditetapkan bank ketika membeli dolar AS dari nasabah.
Kondisi pasar keuangan global yang volatil diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Investor dan pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan situasi ekonomi global dan domestik untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.