Evakuasi Dramatis: TNI-Polri Selamatkan Guru dan Tenaga Kesehatan dari Teror KKB di Yahukimo
Aksi Heroik TNI-Polri Evakuasi Korban KKB di Yahukimo
Tim gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi delapan orang guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Evakuasi dilakukan melalui jalur udara dan seluruh korban telah tiba di Jayapura untuk mendapatkan perawatan intensif.
Insiden tragis ini terjadi pada hari Jumat (21/3) ketika KKB melakukan aksi pembakaran terhadap fasilitas pendidikan dan tempat tinggal guru di Kampung Anggruk. Serangan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, serta menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat. Aksi brutal KKB ini dikecam keras oleh berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Detail Evakuasi dan Identifikasi Korban
Proses evakuasi yang dipimpin oleh tim gabungan dari Kogabwilhan (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) TNI dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 Polri, Polda Papua berlangsung dramatis mengingat kondisi geografis dan ancaman keamanan yang tinggi. Evakuasi hanya dapat dilakukan melalui udara mengingat akses darat yang sulit dan berpotensi bahaya.
Delapan orang yang berhasil dievakuasi adalah:
- Rosalia Rerek Sogen (Perempuan, Guru, Suku Flores, Meninggal Dunia)
- Doinisiar Taroci More (Perempuan, Guru, Suku Flores)
- Vantiana Kambu (Perempuan, Guru, Suku Papua, Sorong)
- Paskalia Peni Tere Liman (Perempuan, Guru, Suku Flores)
- Fidelis De Lena (Laki-laki, Guru, Suku Flores)
- Kosmas Paga (Laki-laki, Guru, Suku Flores)
- Penus Lepi (Laki-laki, Guru, Suku Kimial, asli Yahukimo, Papua, dipulangkan dari RSAD Marthen Indey karena dinyatakan sehat)
- Irawati Nebobohan (Perempuan, Tenaga Kesehatan asal NTT)
Dua korban lainnya, yaitu Lenike Saban (Guru) dan Erens (Petani), tidak ikut dievakuasi atas permintaan sendiri. Keduanya adalah warga asli Yahukimo dan merasa aman untuk tetap tinggal di lokasi.
Pernyataan Resmi dan Langkah Selanjutnya
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa tindakan KKB merupakan upaya teror untuk menghambat pembangunan dan kemajuan Papua, khususnya di sektor pendidikan. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah tidak akan surut dalam memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat Papua.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing provokasi yang dilancarkan oleh KKB. Aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah rawan. Situasi di Distrik Anggruk dilaporkan berangsur terkendali dan bantuan kemanusiaan telah mulai disalurkan kepada warga terdampak.
Saat ini, seluruh korban yang dievakuasi, termasuk yang meninggal dunia, berada di RSAD Marthen Indey Kota Jayapura untuk penanganan lebih lanjut. Aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan.
Kondisi Terkini dan Imbauan
Situasi di Distrik Anggruk saat ini berangsur kondusif. Aparat keamanan terus melakukan patroli dan pengamanan guna memastikan keamanan warga. Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja dihembuskan oleh KKB. Aparat keamanan akan terus berupaya untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua.