Longsor Ancam Permukiman, Belasan Warga Semarang Mengungsi: Pemkot Perintahkan Inspeksi Intensif Wilayah Rawan Bencana

Longsor di Semarang: 16 Warga Mengungsi, Kerugian Materiil Mengintai

Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali dilanda bencana. Longsor yang terjadi di Jalan Jangli Raya, Kelurahan Karanganyar Gunung, Candisari, pada Kamis (20/3/2025) memaksa 16 warga untuk mengungsi. Bencana ini tidak hanya merusak akses jalan, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor.

Kejadian longsor yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ini diakibatkan oleh curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama yang mengguyur Kota Semarang beberapa hari sebelumnya. Akibatnya, jalan kampung yang menjadi akses utama warga terputus total, dan empat rumah mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Warga yang terdampak longsor kini terpaksa tinggal sementara di rumah tetangga atau saudara mereka. Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memberikan bantuan awal berupa terpal untuk menutup area longsor dan mencegah longsor susulan. Bantuan logistik berupa sembako juga dijanjikan untuk meringankan beban warga yang mengungsi.

Pemerintah Kota Semarang Tingkatkan Kewaspadaan

Menanggapi kejadian ini, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan tindakan preventif. Iswar menginstruksikan seluruh camat dan lurah di Kota Semarang untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan longsor dan bencana lainnya. Ia juga meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk lebih responsif terhadap laporan terkait potensi bencana.

"Kepekaan para lurah harus ditingkatkan. Begitu ada laporan rekahan tanah, jangan dianggap remeh. Kita tidak ingin ada korban jiwa, jadi segera antisipasi," tegas Iswar pada Minggu (23/3/2025).

Iswar juga meminta para lurah untuk secara aktif turun ke lapangan dan memastikan tidak ada rekahan tanah di wilayah masing-masing. Ia mencontohkan kasus longsor di Karanganyar Gunung, di mana kurangnya antisipasi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bencana.

"Lurah-lurah, tolong dalam satu minggu ini turun ke lapangan, petakan wilayah. Pastikan tidak ada rekahan. Antisipasi segera. Pengalaman Karanganyar Gunung ini harus menjadi pelajaran," ujarnya.

Instruksi Khusus untuk Wilayah Rawan Longsor

Selain pemetaan wilayah, Iswar juga memberikan instruksi khusus terkait penanganan rumah-rumah yang berada di area tebing. Ia meminta agar lurah memastikan tidak ada rekahan pada bangunan tersebut. Jika ditemukan rekahan, harus segera ditutup untuk mencegah air masuk ke dalam tanah dan memperburuk kondisi.

"Kalau ada rekahan segera ditutup. Jika kena hujan, air meresap ke dalam, kalau tanahnya sudah gembur, tidak lama pasti akan terjadi longsor," jelasnya.

Iswar juga menekankan pentingnya menjaga kondisi saluran air di wilayah tebing. Saluran air yang baik akan mencegah air meresap ke dalam tanah dan mengurangi risiko longsor.

Tindakan Cepat BPBD Kota Semarang

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan cepat untuk menangani dampak longsor di Karanganyar Gunung. Selain memasang terpal, tim BPBD juga terus memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

"Tim BPBD sudah berada di lokasi titik longsor di Kelurahan Karanganyar Gunung," kata Endro.

BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi. Bantuan logistik dan dukungan psikologis akan terus diberikan untuk membantu warga melewati masa sulit ini.

Pelajaran Berharga dari Bencana Longsor

Bencana longsor di Karanganyar Gunung menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan tindakan preventif dalam menghadapi potensi bencana. Pemerintah Kota Semarang diharapkan dapat terus meningkatkan upaya mitigasi bencana dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara-cara menghadapi bencana.

Kejadian ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam upaya penanggulangan bencana. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Kota Semarang dapat lebih tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Dampak Longsor:

  • 16 warga mengungsi
  • 4 rumah terdampak
  • Akses jalan terputus
  • Aktivitas warga terganggu

Tindakan yang Dilakukan:

  • Pemasangan terpal di lokasi longsor
  • Pendistribusian bantuan logistik
  • Pemetaan wilayah rawan longsor
  • Peningkatan kewaspadaan dan koordinasi antar instansi