ASN Otorita IKN Tidak Mendapatkan Fasilitas Mudik Gratis, Jadwal Lebaran Fleksibel

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan tidak menyediakan fasilitas mudik gratis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di wilayah tersebut. Penegasan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menjawab pertanyaan media terkait persiapan mudik Lebaran bagi para pegawai pemerintah yang telah resmi berkantor di City Hall IKN sejak awal Maret lalu.

"Pegawai Otorita IKN tidak difasilitasi mudik gratis. Itu menjadi tanggung jawab masing-masing, sesuai kebutuhan," ujar Alimuddin, Sabtu (22/3/2025).

Kebijakan ini berbeda dengan tradisi mudik gratis yang kerap diadakan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk membantu masyarakat merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Otorita IKN memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan ini.

Fleksibilitas Jadwal Mudik dan Sistem Kerja

Alimuddin menjelaskan bahwa jadwal mudik bagi pegawai Otorita IKN bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing. Beberapa pegawai akan menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA), sementara sebagian lainnya tetap bekerja seperti biasa. Kondisi lalu lintas di IKN yang belum sepadat kota-kota besar seperti Jakarta menjadi salah satu faktor pertimbangan.

"Di IKN kan tidak macet dan padat seperti di kota-kota besar, macam Jakarta. Jadi reguler saja," imbuhnya. Artinya, pegawai dapat mengatur waktu mudik mereka tanpa terikat pada jadwal atau fasilitas khusus yang disediakan oleh kantor.

Pekerja Konstruksi dan Kebijakan Perusahaan

Sementara itu, untuk para pekerja konstruksi yang terlibat dalam pembangunan IKN, jadwal mudik mereka akan mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan kontraktor tempat mereka bekerja. Saat ini, terdapat sekitar 2.200 pekerja konstruksi yang fokus menyelesaikan proyek tahap I periode 2022-2024.

Salat Idul Fitri di IKN: Menunggu Masjid Negara Rampung

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Alimuddin juga menyinggung mengenai pelaksanaan salat Id di IKN. Ia menyampaikan bahwa kemungkinan besar salat Id belum dapat dilaksanakan di Masjid Negara IKN karena pekerjaan fisik yang belum sepenuhnya selesai.

"Untuk ini, kami belum melaksanakan karena kemungkinan Masjid Negara belum selesai," jelasnya.

Saat ini, Masjid Negara IKN masih dalam tahap pembangunan struktur atap dan minaret, dengan progres rata-rata mencapai 53,1 persen. Masjid yang dirancang untuk menampung hingga 50.000 jemaah ini dibangun dengan anggaran APBN sebesar Rp 940 miliar. Diharapkan, masjid ini akan menjadi ikon baru IKN dan pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat di masa mendatang.