Atraksi Budaya: Pawai Ogoh-ogoh Meriahkan Taman Mini Indonesia Indah, Tarik Minat Pengunjung

Pawai Ogoh-ogoh Semarakkan TMII, Pengunjung Terpukau

Jakarta, 23 Maret 2025 - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi pusat perhatian pada hari Sabtu, 22 Maret 2025, dengan digelarnya pawai ogoh-ogoh yang spektakuler. Acara ini berhasil menyedot perhatian ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang ingin menyaksikan secara langsung kemegahan dan keunikan tradisi budaya Bali ini.

Ogoh-ogoh, sebagai representasi Bhuta Kala atau kekuatan jahat dalam kepercayaan Hindu Dharma, diarak keliling area TMII dengan iringan gamelan Bali yang khas. Ratusan seniman dan penggiat budaya terlibat dalam pawai ini, menampilkan kreativitas mereka dalam menciptakan ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk dan ukuran. Mulai dari raksasa dengan ekspresi menakutkan, hingga tokoh-tokoh mitologi Bali yang penuh warna, setiap ogoh-ogoh memiliki daya tarik tersendiri.

Pawai dimulai sejak siang hari dan mencapai puncaknya menjelang sore. Para pengunjung tampak antusias mengabadikan momen-momen langka ini dengan kamera dan ponsel mereka. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di sepanjang rute pawai, menunjukkan apresiasi terhadap seni dan budaya Bali yang kaya dan beragam.

Menurut salah seorang pengunjung, Ibu Ani, pawai ogoh-ogoh ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan. "Saya sangat terkesan dengan kreativitas para seniman dalam membuat ogoh-ogoh yang begitu detail dan megah. Ini adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat luas," ujarnya.

Selain pawai ogoh-ogoh, TMII juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung lainnya, seperti pertunjukan tari Bali, pameran kerajinan tangan, dan kuliner khas Bali. Hal ini semakin menambah daya tarik TMII sebagai destinasi wisata budaya yang lengkap dan menarik.

Kepala Bagian Humas TMII, Bapak Budi, menyatakan bahwa penyelenggaraan pawai ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari upaya TMII untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia. "Kami berharap, melalui acara ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai budaya Indonesia, khususnya budaya Bali," katanya.

Acara pawai ogoh-ogoh di TMII ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang menarik perhatian wisatawan dan memperkuat posisi TMII sebagai pusat pelestarian dan promosi budaya Indonesia.

Daya Tarik Pawai Ogoh-ogoh:

  • Kreativitas Seniman: Ogoh-ogoh yang dibuat dengan detail dan megah.
  • Atraksi Budaya: Pertunjukan tari Bali dan gamelan yang memukau.
  • Destinasi Wisata: TMII sebagai pusat pelestarian budaya Indonesia.
  • Pengalaman Berkesan: Kesempatan mengabadikan momen langka.
  • Promosi Budaya: Memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat luas.

Kuliner yang disajikan :

  • Nasi Jinggo
  • Sate Lilit
  • Lawar
  • Es Daluman

Dengan suksesnya acara ini, TMII membuktikan diri sebagai wadah yang efektif dalam memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi penerus dan dunia internasional. Pawai ogoh-ogoh bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga sarana edukasi dan rekreasi yang bermanfaat.