Kementerian PUPR Optimistis Capai Target Program 3 Juta Rumah Meski Ada Keraguan Pengembang

Kementerian PUPR Optimistis Capai Target Program 3 Juta Rumah Meski Ada Keraguan Pengembang

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maruarar Sirait, menanggapi keraguan dari sejumlah pengembang properti terkait progres Program 3 Juta Rumah. Beliau menyatakan optimisme bahwa target program ambisius ini dapat tercapai, dan pemerintah sedang aktif mencari sumber pendanaan tambahan serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.

"Kita harus optimis, dengan berdoa, berusaha, dan berkolaborasi semua akan berjalan dengan baik. Dukungan dari semua pihak sangat luar biasa, dan kami terus bekerja keras. Kami berharap fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun ini akan menjadi yang terbesar, berkat dukungan dari semua pihak," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, usai menghadiri acara Site Expose dari Badan Bank Tanah di Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025).

Ara menepis anggapan pesimis, menekankan bahwa pencapaian nyata telah diraih dalam waktu singkat. "Kita tidak boleh berpikir pesimis, kita harus optimis. Bisa dilihat hari ini kita dapat lahannya. Dalam satu minggu ini kita sudah alokasikan berapa? 70 ribu dalam satu minggu!" serunya.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap keluhan yang dilontarkan oleh Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto. Joko mengungkapkan bahwa meskipun para pengembang menyambut baik pembentukan Kementerian PUPR dan Program 3 Juta Rumah, mereka merasa belum melihat perkembangan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Ia bahkan menyatakan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto, tidak lagi secara aktif membahas program tersebut.

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan, FLPP Terus Bergulir

Sebagai informasi, Badan Bank Tanah memegang peranan penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Mereka telah menyediakan lahan seluas 73 hektare yang tersebar di empat daerah strategis, yaitu:

  • Tanjung Pinang
  • Batu Bara
  • Purwakarta
  • Bandung Barat

Lahan ini akan dimanfaatkan oleh Kementerian PUPR untuk pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.

Selain ketersediaan lahan, kelancaran penyaluran FLPP juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah telah mengalokasikan 70 ribu kuota FLPP untuk berbagai profesi, termasuk 20 ribu unit rumah khusus untuk guru. Ara berjanji akan segera merealisasikan penyaluran rumah untuk guru dengan mengadakan serah terima kunci pada Selasa (25/3) mendatang.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menambahkan bahwa penyaluran FLPP terus berjalan tanpa hambatan. Hingga saat ini, sudah ada 39.147 unit rumah FLPP yang tersalurkan sejak 1 Januari hingga 21 Maret 2025. Skema pembiayaan yang digunakan adalah 75:25, di mana 75 persen berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan 25 persen dari perbankan.

Tantangan dan Harapan

Meski demikian, tantangan tetap ada. Keraguan dari kalangan pengembang menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu bekerja lebih keras untuk meyakinkan sektor swasta bahwa program ini layak untuk didukung dan berpartisipasi aktif. Koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, pengembang, dan lembaga keuangan menjadi krusial untuk mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah.

Dengan komitmen yang kuat, dukungan dari berbagai pihak, dan strategi yang tepat, Kementerian PUPR berharap dapat mengatasi tantangan dan mewujudkan impian jutaan keluarga Indonesia untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau.