UGM Umumkan 10 Program Studi Terpopuler di SNBP 2025: Panduan Strategis untuk SNBT 2025
Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengumumkan daftar 10 program studi (prodi) yang paling diminati dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Informasi ini menjadi sangat relevan bagi calon mahasiswa yang berencana mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025, memberikan gambaran mengenai tingkat persaingan dan minat terhadap berbagai bidang studi di UGM.
Sebanyak 2.783 calon mahasiswa berhasil diterima di UGM melalui jalur SNBP 2025. Data penerimaan ini menunjukkan tren prodi-prodi yang menjadi favorit di kalangan calon mahasiswa. Daftar 10 prodi dengan pendaftar terbanyak meliputi:
- Kedokteran
- Hukum
- Psikologi
- Farmasi
- Akuntansi
- Manajemen
- Ilmu Keperawatan
- Ilmu Komputer
- Gizi
- Teknik Industri
Dari daftar tersebut, Hukum menjadi prodi yang paling banyak menerima mahasiswa melalui jalur SNBP, yakni 96 orang, disusul Ilmu dan Industri Peternakan serta Kehutanan yang masing-masing menerima 90 mahasiswa. Prodi Biologi menerima 72 mahasiswa, Psikologi 68 mahasiswa, Kedokteran Hewan 60 mahasiswa, Kedokteran 53 mahasiswa, Teknik Mesin 51 mahasiswa, dan Kedokteran Gigi 47 mahasiswa. Data ini menggambarkan sebaran minat calon mahasiswa terhadap berbagai disiplin ilmu di UGM.
Dr. Sigit Priyanta, Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM, menjelaskan bahwa jalur SNBP dialokasikan untuk menampung 30% dari total kuota mahasiswa baru UGM. Sisa kuota akan diisi melalui jalur SNBT, International Undergraduate Program (IUP), dan seleksi mandiri. Jalur seleksi mandiri UGM sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB), Afirmasi Tridharma UGM, serta Ujian Mandiri UGM berbasis Computer-Based Test (UM UGM CBT). Kuota mandiri secara keseluruhan mencapai 40% dari total penerimaan mahasiswa baru, dengan rincian 10% untuk PBUB dan PBUTM, 10-15% untuk jalur Afirmasi, dan sisanya melalui UM UGM CBT.
Indikator utama penentu kelolosan SNBP di UGM adalah prestasi akademik yang tercermin dalam nilai rapor. Selain itu, prestasi non-akademik minimal tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh lembaga yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), UGM, atau perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang terpercaya juga menjadi pertimbangan. Evaluasi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 48 Tahun 2022 dan Nomor 62 Tahun 2023. Nilai rapor semester 1 hingga 5 berkontribusi sebesar 50% dalam penilaian SNBP, sementara sisanya berasal dari nilai rata-rata rapor dua mata pelajaran pendukung yang relevan dengan program studi yang dipilih. Contohnya, untuk prodi Teknik Mesin, mata pelajaran pendukung yang dinilai adalah Matematika dan Fisika. Nilai prestasi non-akademik juga akan ditambahkan dalam perhitungan.
Dr. Sigit mengingatkan calon mahasiswa yang telah lolos SNBP untuk segera melengkapi dokumen registrasi sebelum batas waktu 27 Maret 2025 pukul 15.00 WIB. Hasil verifikasi dokumen registrasi dan penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dapat dilihat di akun SIMASTER masing-masing pada tanggal 16 April hingga 30 April 2025. Calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi dan pembayaran UKT hingga batas waktu yang ditentukan akan dianggap mengundurkan diri.
Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos SNBP, Dr. Sigit menekankan bahwa SNBP bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih impian berkuliah di UGM. Ia menyarankan agar mereka mempersiapkan diri dengan matang untuk mengikuti jalur seleksi lainnya. Pemilihan program studi juga perlu dipertimbangkan dengan matang, dengan mempertimbangkan minat dan bakat serta prospek karir di masa depan. Informasi mengenai tingkat selektivitas program studi yang dipublikasikan oleh UGM dapat menjadi acuan dalam memilih program studi yang paling sesuai.
"Tidak diterima atau belum diterima di SNBP itu bukan akhir dari sebuah proses mendapatkan tempat terbaik untuk melanjutkan studi," pungkasnya.