Desakan Keadilan: Mahasiswa UKI Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Kematian Kenzha Ezra di Polres Jakarta Timur
Gelombang Protes Mahasiswa UKI Menggema di Polres Metro Jakarta Timur
Puluhan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polres Metro Jakarta Timur pada hari Jumat, (21/03/2025), menyuarakan kekecewaan dan tuntutan atas lambannya penanganan kasus kematian Kenzha Ezra Walewangko, seorang mahasiswa UKI yang meninggal dunia secara misterius di lingkungan kampus. Aksi ini merupakan bentuk kegelisahan mahasiswa yang merasa keadilan belum ditegakkan, hampir tiga minggu setelah insiden tragis tersebut.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan tuntutan kejelasan dan transparansi dalam proses investigasi. Mereka juga menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan orasi, mengecam ketidakpastian hukum dan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku serta motif di balik kematian Kenzha Ezra. Emon Wirawan, salah satu koordinator aksi, menyampaikan bahwa mahasiswa mempertanyakan kinerja kepolisian yang dinilai lambat dalam menetapkan tersangka, meskipun sejumlah saksi telah dimintai keterangan.
"Kami merasa prihatin dan kecewa karena hingga saat ini, belum ada titik terang dalam kasus ini. Sahabat kami telah menjadi korban, dan kami berhak tahu kebenaran," ujar Emon dengan nada penuh kekecewaan.
Audiensi dan Janji Kapolres
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, bersama jajaran pejabat utama kepolisian, menerima perwakilan mahasiswa untuk melakukan audiensi. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan meminta mahasiswa untuk bersabar serta memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional.
"Kami memahami kekecewaan dan kegelisahan mahasiswa. Kami berkomitmen untuk mengungkap kebenaran dan menyeret pelaku ke pengadilan," tegas Kombes Nicolas.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur telah memeriksa 34 saksi terkait kematian Kenzha Ezra, termasuk pihak kampus, rumah sakit, keluarga korban, dan beberapa saksi lain yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan terhadap seorang pedagang minuman keras yang diduga menjual minuman kepada korban dan rekan-rekannya.
Kendala dalam Penyelidikan
Kombes Nicolas mengakui bahwa penyelidikan kasus ini menghadapi beberapa kendala, termasuk minimnya bukti dan keterangan saksi yang belum konsisten. Pihak kepolisian juga masih menunggu hasil pemeriksaan forensik terhadap tubuh korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
"Kami sedang berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Kami juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur kesalahpahaman atau ketersinggungan yang terjadi sebelum kejadian," jelas Kombes Nicolas.
Kasus kematian Kenzha Ezra Walewangko ini menjadi perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi. Mahasiswa UKI berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan menuntut keadilan bagi Kenzha Ezra. Aksi demonstrasi ini merupakan pesan yang jelas bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam dan akan terus menyuarakan kebenaran hingga keadilan ditegakkan.
Daftar Saksi yang Diperiksa:
- Pihak UKI
- RS UKI
- Keluarga Korban
- Penjual Minuman Keras
- Mahasiswa yang ikut minum-minuman
- Korban yang tidak minum tetapi berada di sekitaran TKP