Erupsi Dahsyat Lewotobi Laki-laki: Warga Flores Timur Terluka Akibat Awan Panas
Erupsi Lewotobi Laki-laki Sebabkan Korban Luka Bakar
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi dahsyat pada Kamis (20/3/2025) malam. Erupsi ini menyebabkan seorang warga Desa Nurabelen, Kecamatan Ilebura, bernama Hendrikus Saran Kwuta (45), mengalami luka bakar akibat terkena guguran debu dari awan panas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Flores Timur, Heronimus Lamawuran, menduga bahwa korban sedang berada di kebun saat erupsi terjadi. "Kemungkinan korban saat itu ada di kebun sehingga ia mengalami luka bakar akibat terkena guguran debu dari awan panas," jelas Heronimus.
Korban segera dievakuasi dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lewolaga. Pihak puskesmas terus memberikan penanganan medis terbaik untuk memulihkan kondisi korban.
Status Gunung Ditingkatkan Menjadi Awas
Merespons peningkatan aktivitas vulkanik, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas). Peningkatan status ini mengindikasikan potensi erupsi yang lebih besar dan berbahaya.
Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemerintah daerah dan instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana, termasuk rencana evakuasi jika situasi semakin memburuk.
Detail Erupsi dan Imbauan Waspada
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Kamis malam terjadi sekitar pukul 22.56 WITA. Data seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 47,6 mm dengan durasi kurang lebih 11 menit 9 detik. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 8.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini disertai suara ledakan dan gemuruh yang kuat, sebagaimana dilaporkan oleh Kepala Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber-sumber resmi.
Imbauan:
- Masyarakat di sekitar lereng Gunung Lewotobi Laki-laki untuk tetap waspada.
- Ikuti arahan dari pihak berwenang.
- Persiapkan diri untuk kemungkinan evakuasi.
- Pantau informasi dari sumber-sumber resmi.