Apresiasi Dedi Mulyadi untuk Satpam Bekasi yang Berani Menolak Pemerasan THR oleh Ormas
Dedi Mulyadi Sanjung Keberanian Satpam Bekasi Tolak Pungutan Liar THR
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, praktik permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) secara paksa oleh organisasi masyarakat (ormas) tertentu menjadi momok bagi dunia usaha. Menyikapi fenomena ini, tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi khusus kepada seorang petugas keamanan (satpam) di Kota Bekasi yang berani menolak permintaan THR dari sebuah ormas.
"Saya sangat mengapresiasi keberanian satpam di Bekasi tersebut. Ini adalah contoh nyata bagaimana kita bisa melawan praktik premanisme," ujar Dedi Mulyadi, dalam keterangan persnya, baru-baru ini.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tindakan meminta THR secara paksa adalah bentuk pemerasan dan tidak dibenarkan. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat, khususnya para pengusaha dan petugas keamanan, untuk tidak takut dan berani menolak segala bentuk intimidasi dari pihak manapun.
"Jangan takut! Jika ada ormas atau kelompok tertentu yang memaksa meminta THR, laporkan segera kepada pihak kepolisian. Aparat kepolisian akan menindak tegas para pelaku pemerasan," tegasnya.
Ia menambahkan, keberanian satpam di Bekasi tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh petugas keamanan di Jawa Barat untuk memiliki sikap yang sama. Dengan bersikap tegas dan kompak, Dedi Mulyadi meyakini bahwa Jawa Barat akan menjadi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif bagi investasi.
Instruksi Tegas: Abaikan dan Laporkan!
Dedi Mulyadi juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh pengusaha dan instansi di Jawa Barat untuk mengabaikan permintaan THR dari ormas atau kelompok yang tidak jelas. Ia meminta agar mereka segera melaporkan tindakan intimidasi atau pemerasan kepada pihak berwajib.
"Jika ada yang mengintimidasi atau mengancam, jangan ragu untuk melapor. Polisi siap melindungi masyarakat dan menindak tegas para pelaku kejahatan," tandasnya.
Tindakan Tegas di Daerah Lain
Selain mengapresiasi keberanian satpam di Bekasi, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa aparat penegak hukum di salah satu daerah di Jawa Barat juga telah melakukan tindakan tegas terhadap sekelompok orang yang mengganggu investasi. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Pentingnya Sinergi dan Keberanian Masyarakat
Kasus di Bekasi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melawan praktik premanisme dan pemerasan. Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Barat.
"Dengan keberanian dan kerjasama, kita bisa menciptakan Jawa Barat yang bebas dari premanisme dan kondusif bagi pembangunan," pungkasnya.
Berikut point penting yang disampaikan:
- Apresiasi Dedi Mulyadi kepada satpam Bekasi yang berani menolak permintaan THR oleh ormas.
- Penegasan bahwa pemaksaan THR adalah bentuk pemerasan dan harus dilawan.
- Instruksi untuk mengabaikan dan melaporkan permintaan THR yang mencurigakan.
- Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
- Ajakan untuk bersinergi melawan premanisme dan menjaga keamanan.