Geosesarma bunian: Spesies Kepiting Vampir Baru Ditemukan di Gunung Jerai, Malaysia
Penemuan Spesies Baru Kepiting Vampir di Malaysia
Sebuah spesies baru kepiting vampir, Geosesarma bunian, telah ditemukan di Gunung Jerai, Kedah, Malaysia. Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal The Raffles Bulletin of Zoology, menambah daftar panjang keanekaragaman hayati di kawasan Asia Tenggara, khususnya marga Geosesarma yang dikenal dengan warna-warni tubuhnya yang menarik dan julukan "menyeramkan" karena matanya yang besar.
Penemuan ini dilakukan oleh S. Khadijah-Ahmad dari Universiti Malaysia Terengganu pada Oktober 2023 dan dipublikasikan pada 19 Maret 2025, bersama dengan Peter K. L. Ng dari Lee Kong Chian Natural History Museum National University of Singapore (NUS). Nama bunian sendiri diambil dari mitologi Melayu tentang makhluk halus penghuni hutan yang dikenal dengan sebutan orang bunian. Penamaan ini mengacu pada sifat kepiting ini yang tersembunyi dan baru-baru ini saja menarik perhatian ilmiah, serta keindahan warnanya yang mempesona.
Karakteristik Unik Geosesarma bunian
Geosesarma bunian memiliki ciri khas yang membedakannya dari spesies Geosesarma lainnya. Berikut adalah deskripsi fisiknya:
- Carapace (Kulit Luar): Bagian belakang berwarna abu-abu gelap hingga hampir hitam dengan bintik-bintik biru dan putih.
- Chelipeds (Kaki Capit): Berwarna kuning pucat.
- Ambulatory Legs (Kaki Pejalan): Berwarna abu-abu gelap hingga hampir hitam dengan bintik-bintik biru dan putih.
Keunikan warna dan pola ini menjadikan Geosesarma bunian sebagai tambahan yang menarik dalam dunia krustasea.
Marga Geosesarma dan Distribusinya
Marga Geosesarma merupakan kelompok kepiting air tawar yang sebagian besar ditemukan di Asia Tenggara. Hingga saat ini, telah dideskripsikan sebanyak 72 spesies, dengan sebagian besar ditemukan di Indonesia. Di Semenanjung Malaysia dan Singapura, tercatat 12 spesies. Kepiting vampir merupakan kepiting air tawar sejati, karena tidak memerlukan air laut untuk berkembang biak, berbeda dengan beberapa jenis kepiting lainnya.
Penemuan Spesies Baru di Indonesia
Sebelumnya, jurnal yang sama juga mempublikasikan penemuan dua spesies baru Geosesarma dari Indonesia pada November 2024, yaitu G. riani dan G. nigripes. Kedua spesies ini diteliti sejak tahun 2023 oleh Daisy Wowor dari Museum Zoologicum Bogoriense, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Peter K. L. Ng.
- Geosesarma riani: Memiliki kulit luar berwarna abu-abu hingga biru keabu-abuan dan kaki capit berwarna oranye. Kaki-kakinya berwarna oranye pucat hingga merah jingga dengan banyak bintik kecil. Matanya berwarna kuning berkilau. Nama riani diambil dari Achmad Rian Dietra, yang membantu Daisy Wowor dalam menemukan kedua spesies tersebut.
- Geosesarma nigripes: Memiliki kulit luar berwarna krem pucat hingga kuning pucat. Matanya berwarna jingga berkilau hingga kuning. Kaki capit berwarna jingga dan kaki berjalan berwarna ungu tua hingga hampir hitam. Spesies ini banyak ditemukan di Provinsi Jawa Tengah.
Penemuan-penemuan ini menegaskan kekayaan keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan pentingnya penelitian berkelanjutan untuk mengungkap spesies-spesies baru yang mungkin masih tersembunyi.