Antisipasi Eksploitasi Jelang Lebaran: Mensos Imbau Masyarakat Lebih Selektif dalam Bersedekah
Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Bersedekah Jelang Lebaran: Waspadai Gelandangan dan Pengemis Musiman
Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. Beliau meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dan selektif dalam memberikan bantuan kepada gelandangan dan pengemis (gepeng), khususnya mereka yang muncul secara musiman menjelang Lebaran.
Gus Ipul menekankan pentingnya memastikan bahwa sedekah dan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dan berhak menerimanya. Pasalnya, seringkali ditemukan praktik eksploitasi di mana individu atau kelompok tertentu memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan berpura-pura menjadi gelandangan atau pengemis.
"Kita harus lebih cermat. Jangan sampai niat baik kita dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Gus Ipul dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Imbauan ini didasari oleh temuan di lapangan yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah gepeng musiman menjelang Lebaran. Beberapa dari mereka bahkan terindikasi sebagai bagian dari sindikat yang terorganisir, di mana anak-anak dan orang dewasa dieksploitasi untuk mengemis.
Prioritaskan Keluarga dan Lingkungan Sekitar
Gus Ipul mengingatkan kembali ajaran agama yang menekankan pentingnya memberikan sedekah kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu, seperti keluarga, tetangga, dan kerabat yang membutuhkan. Setelah itu, barulah bantuan dapat diperluas kepada masyarakat yang lebih luas.
"Dalam Islam, kita dianjurkan untuk mendahulukan aqrabun, yaitu keluarga dan kerabat terdekat yang membutuhkan. Baru kemudian kita bisa memberikan bantuan kepada yang lain," jelasnya.
Pemerintah Siapkan Sentra Rehabilitasi
Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan berbagai sentra rehabilitasi sosial di berbagai daerah untuk menampung dan memberikan pembinaan kepada para gelandangan dan pengemis yang benar-benar membutuhkan. Di sentra-sentra ini, mereka akan mendapatkan pelayanan rehabilitasi medis, sosial, dan pelatihan keterampilan agar dapat kembali mandiri dan berfungsi secara sosial.
"Kami memiliki sentra-sentra yang siap menampung dan merehabilitasi mereka. Di sana, mereka akan mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan agar bisa kembali produktif," kata Gus Ipul.
Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas praktik eksploitasi terhadap gelandangan dan pengemis. Gus Ipul menegaskan bahwa ada ketentuan hukum yang mengatur hal ini, dan aparat penegak hukum memiliki wewenang untuk menindak para pelaku eksploitasi.
"Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait untuk menindak tegas para pelaku eksploitasi. Ini adalah kejahatan yang harus diberantas," tegasnya.
Gus Ipul kembali menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar. Oleh karena itu, Kemensos bersama pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perlindungan dan pembinaan kepada mereka yang membutuhkan.
"Fakir miskin dan anak-anak terlantar adalah tanggung jawab negara. Kami akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi mereka," pungkasnya.
Berikut poin-poin penting imbauan Mensos:
- Masyarakat diminta lebih waspada dan selektif dalam memberikan bantuan kepada gelandangan dan pengemis musiman.
- Pastikan bantuan tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
- Prioritaskan sedekah kepada keluarga, tetangga, dan kerabat terdekat yang membutuhkan.
- Kemensos menyiapkan sentra rehabilitasi untuk menampung dan membina gepeng yang membutuhkan.
- Pemerintah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas praktik eksploitasi.