Terpuruk di Awal Musim MotoGP 2025, Quartararo Ungkap Kekecewaan Mendalam
Quartararo Frustrasi dengan Performa Motor Yamaha di Awal Musim 2025
Fabio Quartararo, pembalap Monster Energy Yamaha, mengungkapkan kekecewaan mendalamnya terhadap performa motor YZR-M1 yang belum kompetitif di awal musim MotoGP 2025. Setelah dua seri balapan, Quartararo merasa kesulitan untuk bersaing dengan para pembalap terdepan dan mencatatkan hasil yang memuaskan.
Pada MotoGP Argentina 2025 yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-14. Meskipun sedikit lebih baik dalam sprint race dengan finis di posisi ke-10, hasil ini masih jauh dari harapan. Kondisi serupa juga dialami pada seri pembuka MotoGP Thailand 2025. Quartararo menyelesaikan sprint race di posisi ketujuh dan balapan utama di posisi ke-15. Serangkaian hasil minor ini jelas membuat sang juara dunia 2021 frustrasi.
"Mungkin saya bisa saja finis beberapa posisi lebih tinggi, tetapi secara realistis, itu akan selalu sulit," ungkap Quartararo, seperti dikutip dari Crash.net. Ia menambahkan bahwa tidak ada hasil positif yang dapat diambil dari performanya di seri kedua, kecuali mungkin saat kualifikasi. "Dalam hal kecepatan balapan, itu adalah sebuah bencana," keluhnya.
Tidak Memasang Target Tinggi
Menghadapi seri berikutnya, MotoGP Amerika 2025 di Sirkuit Austin, Quartararo memilih untuk tidak memasang target yang muluk-muluk. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa ekspektasi yang tinggi justru berujung pada kekecewaan. "Setiap kali saya mengharapkan sesuatu, yang terjadi justru sebaliknya. Jadi, saya memilih untuk tidak mengharapkan apa-apa," ujarnya.
Quartararo menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi performanya adalah perbedaan kondisi trek antara sesi tes dan balapan. Saat tes selama lima hari di Termas de Rio Hondo, tingkat cengkeraman (grip) sangat tinggi karena banyaknya karet yang menempel di aspal. Kondisi ini memungkinkan Quartararo untuk mencatatkan waktu yang lebih baik.
"Bahkan, pada satu hari uji coba setelah balapan, kami jauh lebih dekat ke depan daripada saat balapan. Jadi, bayangkan lima hari penuh pengujian, itu membuat perbedaan besar," jelasnya. Namun, ketika kondisi trek tidak ideal atau ban mengalami overheat, Quartararo merasa kesulitan untuk mengendalikan motor.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Performa
Selain masalah grip dan kondisi trek, Quartararo juga mengakui bahwa mencoba berbagai setelan (setting) motor selama akhir pekan balapan justru membuatnya semakin kesulitan. Saat ini, Quartararo berada di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan total 6 poin. Dengan hasil yang kurang memuaskan di awal musim, Quartararo dan tim Yamaha perlu bekerja keras untuk meningkatkan performa motor dan bersaing di barisan depan.
Berikut adalah poin-poin penting yang menjadi sorotan:
- Performa Motor Yamaha YZR-M1: Quartararo mengeluhkan kurangnya daya saing motor Yamaha dibandingkan dengan motor tim lain.
- Masalah Grip: Perbedaan kondisi trek antara sesi tes dan balapan, terutama terkait dengan tingkat cengkeraman, menjadi faktor penting yang mempengaruhi performa Quartararo.
- Strategi Setelan Motor: Mencoba berbagai setelan motor selama akhir pekan balapan justru membuat Quartararo semakin kesulitan.
- Kondisi Ban: Overheat pada ban menjadi masalah yang menghambat Quartararo.
- Mentalitas: Quartararo memilih untuk tidak memasang target tinggi setelah serangkaian hasil yang mengecewakan.
Diharapkan Yamaha dapat segera menemukan solusi untuk meningkatkan performa motor YZR-M1 agar Quartararo dapat kembali bersaing untuk meraih podium dan kemenangan di sisa musim MotoGP 2025.