Fore Kopi Siap Ekspansi: Raih Dana IPO Rp 379,76 Miliar untuk Buka Ratusan Gerai Baru

Fore Kopi Siap Ekspansi: Raih Dana IPO Rp 379,76 Miliar untuk Buka Ratusan Gerai Baru

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) bersiap memasuki bursa efek dengan menggelar penawaran umum perdana saham (IPO). Perusahaan jaringan gerai kopi ini menawarkan 1.880.000.000 saham, atau setara 21 persen dari total saham yang dicatatkan, dengan harga penawaran antara Rp 160 hingga Rp 202 per saham. Periode book building berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 Maret 2025. Henan Putihrai Sekuritas dan Mandiri Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Target pendanaan IPO Fore Kopi mencapai maksimal Rp 379,76 miliar. Alokasi dana tersebut telah direncanakan secara detail untuk mendukung ambisi ekspansi perusahaan. Sebagian besar dana, tepatnya sekitar 76 persen atau sekitar Rp 288,2 miliar, dialokasikan untuk pembukaan sekitar 140 gerai baru. Rinciannya, 10 persen untuk gerai flagship, 80 persen untuk gerai medium, dan 10 persen untuk gerai satellite. Gerai-gerai baru ini akan tersebar di wilayah Jabodetabek dan beberapa wilayah lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Dana ini akan digunakan untuk biaya renovasi, pengadaan peralatan, dan perlengkapan outlet, dengan rencana pelaksanaan bertahap hingga tahun 2026. Strategi ekspansi yang diusung Fore Kopi adalah dengan memanfaatkan gedung-gedung yang telah ada dan menerapkan skema sewa tanah dan bangunan untuk meminimalisir biaya.

Sebesar 18 persen dari total dana IPO, atau sekitar Rp 68,3 miliar, akan disalurkan sebagai setoran modal kepada anak perusahaan, CFI. CFI akan menggunakan dana tersebut untuk membuka sekitar 30 gerai baru, dengan komposisi serupa: 10 persen gerai flagship, 65 persen gerai medium, dan 25 persen gerai satellite. Sama seperti rencana ekspansi Fore Kopi, CFI juga akan memprioritaskan renovasi gedung-gedung yang sudah ada dan menggunakan skema sewa. Rencana ekspansi CFI akan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2027.

Sisa dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja, mencakup pembelian bahan baku utama seperti biji kopi, gula/sirup, susu, bubuk minuman, dan bahan kemasan. Selain itu, dana ini juga akan dialokasikan untuk biaya sewa outlet serta biaya utilitas seperti air, listrik, telepon, dan internet. Strategi ekspansi yang terencana dan penggunaan dana yang terarah menunjukkan komitmen Fore Kopi dalam memperkuat posisi pasar dan memperluas jangkauan bisnisnya di industri kopi Indonesia.

Proses IPO Fore Kopi ini menandai langkah signifikan bagi perusahaan dalam memperkuat bisnis dan memperluas kehadirannya di pasar. Dengan perencanaan yang matang dan strategi ekspansi yang terfokus, Fore Kopi diharapkan dapat mencapai target pertumbuhan yang ambisius.