150 Kabupaten/Kota Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Program Ditargetkan Mulai Juli 2025

150 Kabupaten/Kota Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Program Ditargetkan Mulai Juli 2025

Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerima 150 usulan lokasi dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengumumkan hal ini pada Rabu (19/3/2025) di kantor Kemensos, Jakarta Pusat. Dari total usulan tersebut, 115 berupa lahan dan 36 berupa aset bangunan yang telah ada. Jumlah usulan ini diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat adanya usulan tambahan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang mencapai lebih dari 40 lokasi.

Pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat pada tahap awal. Meskipun Gus Ipul belum merinci daerah-daerah mana saja yang telah mengajukan usulan, ia memastikan bahwa Kemensos tengah melakukan proses verifikasi dan evaluasi terhadap seluruh lokasi yang diusulkan. Proses ini meliputi identifikasi dan penentuan lahan mana yang sesuai untuk pembangunan baru, dan mana yang hanya membutuhkan renovasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran serta mempercepat proses pembangunan sekolah.

"Saat ini kami sedang mempelajari detail setiap lokasi yang diusulkan. Proses identifikasi ini bertujuan untuk menentukan mana yang cukup direnovasi dan mana yang memerlukan pembangunan baru. Hal ini penting untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memastikan proses pembangunan berjalan efektif," jelas Gus Ipul.

Dari total usulan yang masuk, sebanyak 45 lokasi dinyatakan telah memenuhi persyaratan dan siap untuk memulai pembangunan. Kemensos optimistis bahwa program Sekolah Rakyat dapat dimulai pada bulan Juli 2025. Program ini difokuskan untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang mana mayoritas hanya menempuh pendidikan hingga Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan data, hampir 74% penduduk miskin di Indonesia hanya memiliki pendidikan setingkat SD, hal ini menjadi salah satu faktor penghambat utama dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem boarding school atau asrama, guna menjamin akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi dan memberikan peluang yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada efisiensi proses verifikasi, percepatan pembangunan, serta kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait.

Berikut rincian usulan lokasi Sekolah Rakyat:

  • Lahan: 115 lokasi
  • Bangunan: 36 lokasi
  • Total Usulan (termasuk KemenPPPA): Lebih dari 180 lokasi
  • Lokasi Siap Bangun (fix): 45 lokasi
  • Target Sekolah Rakyat Tahap Awal: 100 sekolah
  • Target Mulai Belajar Mengajar: Juli 2025