Eri Cahyadi: Tujuh Pilar Pembangunan Surabaya Menuju Kota Dunia
Tujuh Pilar Pembangunan Surabaya Menuju Kota Dunia: Visi Eri Cahyadi Periode Kedua
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, baru-baru ini memaparkan tujuh program prioritas yang akan menjadi landasan pembangunan kota selama periode kepemimpinannya yang kedua (2025-2030). Program-program ini, disampaikan Eri di Kantor DPRD Surabaya, dirancang selaras dengan cita-cita pembangunan nasional dan provinsi, menunjukkan komitmen untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Kehadiran Wakil Wali Kota Armuji, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, serta beberapa kepala daerah tetangga seperti Bupati Sidoarjo, Gresik, dan Bangkalan, menandakan pentingnya kolaborasi regional dalam mencapai visi tersebut.
Tujuh pilar pembangunan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Surabaya. Pertama, penuntasan kemiskinan, merupakan fokus utama untuk memastikan kesejahteraan seluruh warga. Kedua, penurunan angka pengangguran menjadi prioritas untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing masyarakat. Ketiga dan keempat, penurunan angka kematian ibu dan anak (AKI) serta angka kematian bayi, menunjukkan komitmen serius terhadap kesehatan ibu dan anak. Kelima, penanganan masalah stunting, mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Keenam, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebagai indikator keberhasilan pembangunan menyeluruh. Terakhir, penurunan rasio gini, bertujuan untuk pemerataan distribusi pendapatan dan mengurangi kesenjangan sosial.
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut akan diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan kualitas dan akses pendidikan serta kesehatan, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan reformasi birokrasi berbasis digital. Hal ini sejalan dengan visinya untuk mendorong akselerasi transformasi pengembangan sektor ekonomi unggulan, mempercepat penciptaan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter, serta percepatan transformasi pelayanan publik dan reformasi birokrasi. Pemantapan ketahanan daerah melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan harmonisasi sosial masyarakat juga ditekankan sebagai kunci keberhasilan. Upaya-upaya tersebut, menurut Eri, merupakan bagian dari gotong royong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Lebih lanjut, pemaparan program prioritas ini bukan sekadar serangkaian janji, melainkan merupakan komitmen nyata untuk menjawab tantangan pembangunan Surabaya di masa depan. Integrasi program-program ini menunjukan sebuah strategi pembangunan yang terencana dan komprehensif. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kota, OPD, dan pemerintah daerah sekitarnya, diharapkan cita-cita menjadikan Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan dapat terwujud. Keberhasilan implementasi program ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan Eri Cahyadi di periode kedua.
*Berikut ringkasan tujuh program prioritas:
-
- Penuntasan masalah kemiskinan
-
- Pengurangan angka pengangguran
-
- Penekanan angka kematian ibu dan anak (AKI)
-
- Pengurangan angka kematian bayi
-
- Penanganan masalah stunting
-
- Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
-
- Penurunan angka rasio gini*