Lonjakan Harga Cabai Rawit di Semarang Jelang Ramadan

Lonjakan Harga Cabai Rawit di Semarang Jelang Ramadan

Memasuki pekan kedua bulan Ramadan, sejumlah komoditas pangan di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, mengalami fluktuasi harga. Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah, atau yang dikenal sebagai cabai rawit galak. Harga komoditas ini melonjak hingga mencapai Rp 95.000 per kilogram, meningkat Rp 15.000 dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp 80.000 per kilogram. Kondisi ini turut dirasakan para pedagang dan konsumen menjelang puncak Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Azin (48), salah satu pedagang di Pasar Babadan, kenaikan harga cabai rawit galak ini bermula dari tingginya harga yang ditawarkan oleh distributor atau pedagang besar. "Dari distributor saja sudah Rp 90.000 per kilogram," ujar Azin saat diwawancarai pada Rabu (19/03/2025). Ia menambahkan, harga cabai rawit galak memang selalu lebih tinggi dibandingkan jenis cabai lainnya. Hal ini membuat para pedagang di tingkat ritel terpaksa menyesuaikan harga jual mereka untuk menjaga marjin keuntungan.

Berbeda dengan cabai rawit galak, harga beberapa komoditas lain di Pasar Babadan terpantau relatif stabil. Harga cabai merah misalnya, masih berada di kisaran Rp 45.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras juga menunjukkan tren yang stabil, dipatok antara Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya. Hal ini dibenarkan oleh Atun (70), pedagang lain di pasar yang sama. Atun menyebutkan, kisaran harga beras tersebut sudah berlaku selama beberapa waktu terakhir.

Namun, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah. Atun menuturkan, harga bawang merah saat ini mencapai Rp 45.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih mengalami kenaikan yang lebih kecil, dari Rp 38.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram. Kenaikan harga pada beberapa komoditas ini tentu saja berdampak pada pengeluaran masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diwarnai dengan peningkatan konsumsi bahan pangan.

Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memperhatikan dinamika harga komoditas pangan di pasar tradisional. Pemantauan secara berkala dan langkah-langkah antisipatif diperlukan untuk mencegah fluktuasi harga yang terlalu tajam, khususnya pada komoditas penting seperti cabai dan bawang. Langkah-langkah tersebut dapat berupa kerjasama dengan petani dan distributor untuk menjamin pasokan dan stabilitas harga di pasaran, guna melindungi daya beli masyarakat dan mencegah potensi gejolak sosial ekonomi.

Berikut beberapa poin penting terkait fluktuasi harga komoditas di Pasar Babadan:

  • Cabai Rawit Galak: Naik signifikan menjadi Rp 95.000/kg, peningkatan Rp 15.000 dari harga sebelumnya.
  • Cabai Merah: Harga relatif stabil di Rp 45.000/kg.
  • Beras: Harga stabil di kisaran Rp 13.000 - Rp 15.000/kg.
  • Bawang Merah: Naik menjadi Rp 45.000/kg dari harga sebelumnya Rp 40.000/kg.
  • Bawang Putih: Naik sedikit menjadi Rp 40.000/kg dari harga sebelumnya Rp 38.000/kg.

Kenaikan harga ini menjadi perhatian mengingat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, dimana permintaan komoditas pangan meningkat.