Kebersihan Intim Pasca Berhubungan Intim: Rekomendasi Dokter untuk Menjaga Kesehatan dan Kenyamanan Selama Ramadan

Kebersihan Intim Pasca Berhubungan Intim: Rekomendasi Dokter untuk Menjaga Kesehatan dan Kenyamanan Selama Ramadan

Ramadan, bulan penuh berkah, juga menjadi bulan di mana banyak pasangan suami istri mendekatkan diri melalui keintiman. Namun, aktivitas tersebut seringkali menimbulkan pertanyaan terkait kebersihan diri, khususnya bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Praktisi kesehatan seksual dari Mayapada Hospital, dr. Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, memberikan penjelasan penting mengenai hal ini, menekankan perlunya menjaga kebersihan diri setelah berhubungan intim, meskipun dalam kondisi kelelahan setelah menjalankan ibadah salat Tarawih.

Banyak pasangan yang memilih untuk berhubungan intim setelah melaksanakan salat Isya dan Tarawih. Namun, terkadang timbul dilema antara keinginan untuk segera beristirahat dan tuntutan untuk membersihkan diri. Dokter Akbari menjelaskan bahwa meskipun rasa lelah menghampiri, mencuci area genital merupakan hal yang sangat penting. Penundaan dalam membersihkan diri dapat memicu berbagai masalah, mulai dari bau tak sedap hingga rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas ibadah dan istirahat.

"Meskipun idealnya mandi wajib dilakukan setelah berhubungan intim," ujar dr. Akbari dalam wawancara dengan detikcom pada Kamis (7/3/2025), "tetapi jika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk segera mandi sepenuhnya, cukup membersihkan area genital terlebih dahulu dengan sabun dan air bersih. Ini merupakan langkah minimal yang perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan." Ia menambahkan bahwa sisa sperma yang tertinggal dapat menimbulkan bau tidak sedap dan rasa tidak nyaman jika dibiarkan.

Lebih lanjut, dr. Akbari memberikan saran penting mengenai penggunaan sabun dalam membersihkan area genital. "Selain menghilangkan bau tidak sedap, penggunaan sabun juga memberikan sensasi kesegaran dan kebersihan yang lebih optimal dibandingkan hanya dengan menggunakan air saja," jelasnya. Penggunaan sabun yang tepat dapat membantu menghilangkan residu dan mencegah timbulnya masalah kesehatan.

Dalam konteks Ramadan, kebersihan diri ini semakin krusial, mengingat ibadah puasa membutuhkan kondisi tubuh yang prima dan nyaman. Menjaga kebersihan intim pasca berhubungan intim bukan hanya soal kebersihan fisik semata, tetapi juga menjaga kesehatan reproduksi dan kenyamanan beribadah. Oleh karena itu, dr. Akbari menekankan pentingnya memprioritaskan kebersihan diri, setidaknya dengan membersihkan area genital, meskipun waktu yang tersedia terbatas. Hal ini sejalan dengan anjuran agama untuk menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari ibadah.

Kesimpulannya, kesibukkan dan kelelahan bukanlah alasan untuk mengabaikan kebersihan diri pasca berhubungan intim. Mencuci area genital dengan sabun dan air merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan, terutama selama bulan Ramadan. Prioritaskan kebersihan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan beribadah.