Sido Muncul Berkomitmen Tanggulangi Stunting di Jonggol, Salurkan Bantuan Rp 425 Juta untuk 170 Anak
Sido Muncul Berkomitmen Tanggulangi Stunting di Jonggol, Salurkan Bantuan Rp 425 Juta untuk 170 Anak
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menunjukkan komitmen nyata dalam upaya penanggulangan stunting di Indonesia. Sabtu (15/3/2025), perusahaan ini menyalurkan bantuan senilai Rp 425 juta kepada 170 anak dengan status suspek stunting di 14 desa di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bantuan ini disalurkan secara simbolis melalui RS Permata Jonggol dan akan diberikan langsung kepada orang tua anak-anak tersebut melalui transfer bank. Masing-masing anak akan menerima Rp 500.000 per bulan selama lima bulan. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang masih menjadi tantangan nasional tersebut.
Tingginya angka stunting di Indonesia, yang mencapai 21,5 persen pada tahun 2023 menurut data Kementerian Kesehatan, menjadi perhatian serius. Kabupaten Bogor sendiri mencatat lebih dari 7.722 anak mengalami stunting. Kondisi ini bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi juga berdampak pada gangguan kognitif dan daya tahan tubuh yang lemah, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Di Jonggol, angka stunting mencapai 160 anak, namun Sido Muncul memperluas jangkauan bantuan hingga 170 anak, termasuk anak-anak yang berisiko stunting. Hal ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap masa depan generasi muda Indonesia. Program ini diharapkan dapat membantu para orang tua memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka, sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Rincian Penyaluran Bantuan:
- Desa Sirnagalih: 14 anak
- Desa Weninggalih: 12 anak
- Desa Bendungan: 19 anak
- Desa Sukagalih: 37 anak
- Desa Balekambang: 15 anak
- Desa Cibodas: 3 anak
- Desa Sukanegara: 26 anak
- Desa Sukajaya: 29 anak
- Desa Jonggol: 2 anak
- Desa Singajaya: 6 anak
- Desa Singasari: 1 anak
- Desa Sukamaju: 1 anak
- Desa Sukamanah: 2 anak
- Desa Sukasirna: 3 anak
Penyaluran bantuan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Direktur RS Permata Jonggol, dr. Sri Handayani, MARS, menyatakan komitmen rumah sakit untuk memantau perkembangan anak-anak penerima manfaat, bekerja sama dengan puskesmas dan kader desa. Hal senada disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawati, SH, MH, Kes, MARS, yang menyebut inisiatif Sido Muncul sebagai langkah konkret yang patut diapresiasi. Ia berharap program ini dapat berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak.
Kisah Yaya, seorang ibu rumah tangga yang anaknya menderita stunting dan down syndrome, serta Asma, yang anaknya mengalami stunting dan gangguan penglihatan, menjadi gambaran nyata perjuangan para orang tua dalam mengatasi stunting. Bantuan dari Sido Muncul bukan hanya sekadar uang, tetapi juga bentuk dukungan moral yang berharga bagi mereka. Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr (HC) Irwan Hidayat, menekankan bahwa program ini bukan sekadar CSR, tetapi bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi nyata dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia. Ia bahkan mengungkapkan pengalaman pribadinya pernah mengalami stunting di masa kecil.
Program ini merupakan bagian dari serangkaian aksi Sido Muncul dalam penanggulangan stunting. Sebelumnya, perusahaan telah memberikan bantuan serupa kepada 744 anak stunting di berbagai daerah di Indonesia. Semoga inisiatif ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi dalam upaya penanggulangan stunting demi masa depan generasi bangsa yang lebih sehat dan sejahtera.