Dishub Papua Ajukan Proposal Program Mudik Gratis Lebaran 2025
Dishub Papua Ajukan Proposal Program Mudik Gratis Lebaran 2025
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua secara resmi mengajukan proposal program mudik gratis kepada pemerintah pusat. Program ini diusulkan untuk membantu masyarakat Papua merayakan Idul Fitri 1446 H dengan pulang kampung, khususnya bagi mereka yang memiliki kendala finansial untuk melakukan perjalanan. Usulan ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan program serupa pada momentum Natal 2024 lalu, di mana pemerintah pusat memberikan ratusan tiket gratis untuk perjalanan mudik. Namun, usulan Dishub Papua kali ini menekankan pentingnya program mudik gratis tidak hanya mencakup perjalanan keluar Papua, melainkan juga mencakup rute perjalanan di dalam wilayah Papua sendiri. Hal ini dinilai sangat krusial mengingat luasnya wilayah Papua dan besarnya biaya transportasi antar daerah di dalamnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dishub Papua, David Telenggen, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini menjadi solusi efektif untuk menunjang mobilitas masyarakat Papua selama periode mudik Lebaran. Menurutnya, aksesibilitas transportasi yang merata dan terjangkau menjadi bagian penting dari peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh terhadap usulan ini. Program tiket gratis intra-Papua sangat dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang mungkin kesulitan secara ekonomi untuk pulang kampung merayakan Lebaran bersama keluarga,” ungkap David dalam keterangan pers yang diterima pada Senin, 17 Maret 2025. Pihak Dishub Papua sendiri telah menyiapkan draf proposal secara matang dan siap diajukan kepada kementerian terkait dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, David menambahkan bahwa meskipun pada Natal 2024 lalu bantuan tiket gratis hanya berjumlah sekitar 100-200 tiket, pihaknya berharap dukungan pemerintah pusat untuk program mudik Lebaran 2025 ini dapat lebih besar dan menjangkau lebih banyak masyarakat Papua. Angka tersebut, menurutnya, masih jauh dari ideal untuk mengakomodir seluruh kebutuhan masyarakat Papua yang ingin pulang kampung. Oleh karena itu, Dishub Papua akan terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat akan pentingnya program ini, dengan menyoroti dampak positifnya terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, kesejahteraan, dan partisipasi aktif dalam perayaan hari besar keagamaan.
Dishub Papua berkomitmen untuk mengawal usulan ini hingga mendapatkan persetujuan. Selain menyiapkan proposal yang komprehensif, Dishub Papua juga akan aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan usulan tersebut mendapatkan pertimbangan yang serius. Mereka akan memberikan data dan informasi yang akurat terkait kebutuhan transportasi masyarakat Papua menjelang Lebaran, dengan harapan program mudik gratis ini dapat terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berikut poin-poin penting dalam proposal program mudik gratis yang diajukan Dishub Papua:
- Sasaran: Masyarakat Papua yang ingin mudik Lebaran, baik intra-Papua maupun antar provinsi.
- Bentuk Bantuan: Tiket transportasi gratis.
- Tujuan: Memudahkan akses transportasi bagi masyarakat Papua untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
- Target Penerima: Masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
- Pendukung: Pemerintah Pusat.
Dishub Papua optimistis proposal ini akan mendapatkan respons positif dari pemerintah pusat, mengingat pentingnya aksesibilitas transportasi bagi masyarakat, khususnya dalam konteks merayakan hari-hari besar keagamaan.