Banjir Bandang Akibat Tanggul Jebol Rendam Puluhan Rumah di Desa Lekong, Sumbawa

Banjir Bandang di Desa Lekong, Sumbawa: Puluhan Rumah Terendam Akibat Tanggul Jebol

Bencana banjir bandang menerjang Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (17/3/2025) sore sekitar pukul 15.30 WITA. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan jebolnya tanggul sungai dan parit, sehingga air bah menerjang permukiman warga. Puluhan rumah dilaporkan terendam banjir, menyebabkan kerugian material bagi para penghuni rumah. Kejadian ini terjadi saat warga sedang beristirahat, sehingga banyak yang terbangun setelah air telah memasuki rumah mereka.

Saksi mata, Sapia, warga Dusun Lekong Atas, Desa Lekong, menuturkan bahwa banjir datang secara tiba-tiba. "Benar, banjir meluap hingga permukiman kami. Barang-barang basah. Puluhan rumah terendam banjir," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya dan keluarga sedang tertidur pulas saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. "Kami dibangunkan tetangga, ternyata air sudah naik ke rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa," kata Sapia, yang bersyukur atas keselamatan keluarganya.

Kesaksian serupa disampaikan oleh Mawat, warga Desa Lekong lainnya. "Saya juga sedang tidur, belum sempat bereskan barang-barang. Pas bangun, kaget air sudah masuk dan tergenang di rumah. Alhamdulillah saat ini sudah surut. Kami mulai membersihkan rumah dari luapan yang tergenang," tutur Mawat, menggambarkan kepanikan dan upaya pasca-bencana yang dilakukannya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa langsung merespon kejadian ini. Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rusdianto, menyatakan bahwa tim BPBD sedang melakukan assessment untuk mengetahui dampak banjir secara menyeluruh. "Benar, terjadi banjir tadi sore di Desa Lekong. Kami masih melakukan assessment setelah menerima laporan dari kepala desa. Untuk rumah warga yang terdampak, masih dalam pendataan," jelas Rusdianto.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh BPBD meliputi peninjauan lokasi tanggul yang jebol dan saluran irigasi. "Besok akan didatangi lagi, apakah ada tanaman padi petani yang terdampak banjir," tambah Rusdianto, menunjukan perhatian terhadap dampak lebih luas dari bencana ini, termasuk sektor pertanian. Tim BPBD juga berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan untuk membantu proses pemulihan pasca-banjir dan terus memantau kondisi lapangan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan, serta meminta masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang.

Langkah-langkah yang diambil oleh BPBD meliputi:

  • Assessment dampak banjir.
  • Peninjauan lokasi tanggul jebol dan saluran irigasi.
  • Pendataan rumah warga yang terdampak.
  • Koordinasi dengan aparat desa dan relawan.
  • Pemantauan kondisi lapangan.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi, serta mendesak agar setiap kejadian darurat segera dilaporkan untuk mempercepat proses penanggulangan dan pemulihan.