Inovasi Pertanian Regeneratif dan Agroforestri Pulihkan DAS Cisadane

Inovasi Pertanian Regeneratif dan Agroforestri Pulihkan DAS Cisadane

Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane di Kabupaten Bogor, yang sebelumnya mengalami degradasi lingkungan, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan berkat proyek kolaboratif yang inovatif. Proyek Pangrango-Halimun-Salak (Pahala), sebuah inisiatif gabungan Pemerintah Kabupaten Bogor, SNV Netherlands Development Organisation, dan Rekonvasi Bhumi, telah berhasil mengintegrasikan pertanian regeneratif dan agroforestri untuk memulihkan ekosistem DAS Cisadane sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama dua tahun pelaksanaan, proyek ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, mengajak partisipasi aktif lebih dari 600 petani, dengan 55 di antaranya ditetapkan sebagai petani unggulan.

Lebih dari 7.000 bibit telah didistribusikan untuk mendukung program penghijauan dan reboisasi, serta telah dibangun area percontohan seluas 4 hektar yang menerapkan pertanian regeneratif. Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan multipihak yang diusung proyek Pahala. Di bawah koordinasi Forum Koordinasi Pengelolaan sub-DAS Cisadane Hulu (FKPCH), pemerintah daerah, sektor swasta, LSM, dan masyarakat setempat bersinergi dalam mewujudkan tujuan pemulihan ekosistem. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan membangun keberlanjutan. Pendekatan forum multipihak ini menciptakan sinergi dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan DAS Cisadane.

Salah satu dampak positif yang nyata adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Asep Maliki, perwakilan kelompok usaha masyarakat yang terlibat dalam Proyek Pahala, mengungkapkan perubahan signifikan di lapangan. Aktivitas penebangan pohon liar di hulu DAS Cisadane, yang sebelumnya marak terjadi, kini berkurang drastis berkat alternatif mata pencaharian berkelanjutan yang ditawarkan proyek ini. Penghijauan pun mulai terlihat, dengan penanaman kembali pohon-pohon yang hilang. Kualitas air bersih meningkat secara signifikan, sementara ancaman banjir dan longsor yang sebelumnya menghantui masyarakat mulai berkurang.

Lebih lanjut, Country Director SNV, Rizki Pandu Permana, menyatakan harapannya agar model keberhasilan Proyek Pahala dapat direplikasi di DAS lain di Indonesia. Pendekatan forum multipihak, agroforestri, dan penguatan komunitas menjadi kunci keberhasilan program ini. Sementara itu, Rudy Hartono dari Rekonvasi Bhumi menekankan indikator perbaikan lingkungan yang sudah mulai terlihat, termasuk peningkatan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan sungai. Program ini diharapkan dapat mencegah bencana ekologis dan memperkuat konservasi air, memastikan keberlanjutan ekosistem DAS Cisadane untuk generasi mendatang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menambahkan bahwa implementasi Proyek Pahala merupakan langkah penting dalam memadukan aktivitas ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Integrasi ini memastikan bahwa kegiatan ekonomi tidak merusak lingkungan, melainkan berkontribusi positif terhadap kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Proyek Pahala tidak hanya berhasil dalam pemulihan lingkungan, tetapi juga menunjukkan model pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, yang dapat ditiru di berbagai wilayah di Indonesia.

Proyek ini juga memfokuskan pada peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan, serta mendukung pengembangan bisnis berbasis komunitas kelompok usaha masyarakat. Hal ini memastikan keberlanjutan program dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dengan demikian, Proyek Pahala tidak hanya menjadi contoh keberhasilan pemulihan DAS, tetapi juga model pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan ekonomi dan lingkungan.