Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2025: Yogyakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Parkir Ekstensif

Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2025: Yogyakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Parkir Ekstensif

Pemerintah Kota Yogyakarta tengah mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan wisatawan dan pemudik selama periode Lebaran 2025. Menjelang libur panjang tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta telah merancang strategi rekayasa lalu lintas dan penyediaan lahan parkir tambahan guna mencegah kemacetan dan memastikan kelancaran arus transportasi. Prediksi jumlah pemudik yang mencapai 6 juta orang ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuntut langkah-langkah strategis untuk mengelola mobilitas masyarakat selama periode tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan lahan parkir ekstensif. Dishub Kota Yogyakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY untuk memanfaatkan lahan parkir GOR Amongrogo sebagai area parkir sementara. Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menjelaskan bahwa area parkir GOR Amongrogo akan difungsikan sebagai parkir insidental untuk menampung kendaraan dari berbagai titik, termasuk pintu tol. Informasi lokasi parkir ini akan disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk panduan di Google Maps, guna memudahkan akses bagi wisatawan.

Mengingat jarak GOR Amongrogo yang cukup jauh dari pusat keramaian seperti Malioboro, Dishub Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Damri untuk menyediakan layanan shuttle bus. Hal ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan yang memarkir kendaraannya di GOR Amongrogo untuk menuju ke Malioboro tanpa kesulitan mencari tempat parkir di kawasan yang memang terbatas lahannya.

Selain penyediaan lahan parkir, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan tidak hanya di kawasan Malioboro (ring satu), namun juga merambah hingga ke ring dua, termasuk di simpang Kridosono. Untuk mengatasi titik rawan kemacetan di simpang Kridosono dan Jalan Suroto, Dishub akan memanfaatkan teknologi Apill portable. Penggunaan sistem ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan secara signifikan, terutama di simpang tiga SMP 5 dan simpang Kridosono Legend, yang selama ini menjadi titik krusial dan seringkali menimbulkan kemacetan.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) turut mempersiapkan diri menghadapi lonjakan pemudik. Wakapolda DIY, Brigjen Pol. Adi Vivid, menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Progo tahun ini akan berlangsung lebih lama, yakni selama 17 hari (23 Maret – 8 April 2025), lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 13 hari. Polda DIY akan menyiagakan 1.932 personel dan mendirikan 22 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2025. Semua upaya ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Lebaran di Yogyakarta.

Langkah-langkah komprehensif ini diharapkan mampu menciptakan kelancaran arus lalu lintas dan ketersediaan lahan parkir yang memadai selama periode Lebaran 2025. Kerjasama antar instansi pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam mengantisipasi lonjakan pemudik dan wisatawan yang diprediksi akan membanjiri Kota Yogyakarta pada tahun ini.