Banjir Jakarta: 77 RT Terendam, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Jakarta: 77 RT Terendam, Ribuan Warga Mengungsi

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Selasa (4/3/2025) mengakibatkan meluasnya genangan air di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, sebanyak 77 RT di tiga wilayah administratif ibukota terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, dengan titik terparah mencapai 5 meter. Kondisi ini memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah tempat penampungan sementara.

Luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut menjadi penyebab utama banjir yang melanda sejumlah daerah. BPBD mencatat, Jakarta Selatan menjadi wilayah terparah dengan 42 RT terendam, disusul Jakarta Timur dengan 25 RT dan Jakarta Barat dengan 10 RT. Selain pemukiman warga, genangan air juga menggenangi lima ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga dan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik.

Sebaran Banjir dan Jumlah Pengungsi:

Berikut rincian sebaran banjir per pukul 10.00 WIB berdasarkan data BPBD:

Jakarta Barat (10 RT):

  • Kelurahan Rawa Buaya: 4 RT (30 cm), penyebab: Curah hujan tinggi.
  • Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT (70-90 cm), penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
  • Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT (70 cm), penyebab: Curah hujan tinggi.

Jakarta Selatan (42 RT):

  • Kelurahan Lebak Bulus: 1 RT (40 cm), penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Grogol.
  • Kelurahan Lenteng Agung: 2 RT (100 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Cipulir: 1 RT (200 cm), penyebab: Luapan Kali Pesanggrahan.
  • Kelurahan Pondok Pinang: 5 RT (100-140 cm), penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
  • Kelurahan Pengadegan: 1 RT (100 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Rawajati: 7 RT (170-350 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Cilandak Timur: 3 RT (50-110 cm), penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
  • Kelurahan Pejaten Timur: 6 RT (30-120 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Bintaro: 6 RT (200 cm), penyebab: Luapan Kali Pesanggrahan.
  • Kelurahan Pesanggrahan: 8 RT (70 cm), penyebab: Luapan Kali Pesanggrahan.
  • Kelurahan Kebon Baru: 2 RT (100-120 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.

Jakarta Timur (25 RT):

  • Kelurahan Bidara Cina: 3 RT (120-200 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Cipinang Muara: 3 RT (80 cm), penyebab: Curah hujan tinggi.
  • Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT (100 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Bale Kambang: 3 RT (250 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Cawang: 7 RT (320 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Cililitan: 2 RT (60 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.
  • Kelurahan Gedong: 3 RT (300-500 cm), penyebab: Luapan Kali Ciliwung.

Data pengungsian menunjukkan jumlah yang signifikan. Di Kampung Melayu, 30 orang mengungsi di SDN Kampung Melayu dan 181 orang di Masjid Jami Miftahul Huda. Di Bidara Cina, ratusan warga tersebar di sejumlah tempat penampungan sementara, seperti RPTRA, aula kelurahan, masjid, SKKT, dan majelis taklim. Jumlah serupa juga dilaporkan dari wilayah Cawang dan Pejaten Timur, dengan warga yang mengungsi mencapai ratusan jiwa. Di Cilandak Timur, sedikitnya 248 warga juga terpaksa mengungsi.

BPBD Jakarta terus memantau situasi dan melakukan upaya penanganan banjir, termasuk evakuasi warga dan pendistribusian bantuan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.