Palaes: Desa Wisata di Likupang yang Mengangkat Potensi Hutan Mangrove

Palaes: Desa Wisata di Likupang yang Mengangkat Potensi Hutan Mangrove

Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, telah berhasil menarik perhatian dunia pariwisata. Prestasi sebagai peringkat III Desa Brilian se-Indonesia Timur tahun 2022 menjadi bukti nyata keberhasilan pengelolaan potensi lokal yang dimiliki. Keberadaan hutan mangrove seluas 307 hektar menjadi tulang punggung pengembangan desa wisata ini, menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Lokasinya yang strategis, hanya sekitar satu jam perjalanan dari Manado dan termasuk dalam lima destinasi wisata super prioritas (DPSP) Likupang, semakin menambah daya tariknya.

Pesona Palaes tak hanya terletak pada keindahan hutan mangrove yang relatif terjaga kelestariannya – sebuah fakta yang ditegaskan oleh penelitian Roni Koneri dan Pience Veralyn Maabua dari Universitas Sam Ratulangi tahun 2023. Desa ini juga menawarkan beragam destinasi wisata lain yang melengkapi pengalaman berwisata, seperti air terjun, satwa endemik, dan wisata budaya yang kaya akan tradisi lokal. Landmark berupa Wanua Palaes, yang menampilkan nama-nama pendiri dan kepala desa sejak dulu hingga kini, memberikan sentuhan sejarah yang kental. Keberadaan pusat kuliner di tepi hutan mangrove turut menambah kenyamanan para pengunjung.

Ekowisata mangrove menjadi andalan Desa Palaes. Pengunjung dapat menikmati sensasi menyusuri sungai di tengah rimbunnya hutan mangrove menggunakan perahu tradisional. BUMDes Palaes mengelola layanan ini dengan tarif terjangkau: Rp 350.000 untuk 1-15 orang dan Rp 500.000 untuk 16-25 orang. Layanan ini tidak hanya menawarkan perjalanan menyusuri terusan, tetapi juga dapat membawa wisatawan ke Pulau Paniki dengan pantai pasir putihnya yang indah, hanya dalam waktu 15 menit perjalanan. Keberhasilan pengelolaan wisata mangrove ini tak lepas dari peran serta masyarakat Desa Palaes yang aktif dalam pelestarian lingkungan, bahkan memasukkannya ke dalam peraturan desa. Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian mangrove untuk keseimbangan lingkungan dan perekonomian desa sangat terlihat.

Perkembangan Desa Wisata Palaes juga tak lepas dari dukungan program Desa Brilian dari BRI. Bantuan berupa uang tunai Rp 7,5 juta dan bibit alpukat dari program BRI Menanam, serta akses terhadap KUR BRI, telah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kepala Desa J. Grace Morong menjelaskan bahwa pengembangan wisata dimulai pada tahun 2021 dengan memanfaatkan dana desa untuk membangun trekking mangrove. Langkah selanjutnya adalah pengembangan agrowisata, wisata budaya dan adat, serta budidaya perikanan air tawar. Keberhasilan Desa Palaes dalam meraih peringkat III Desa Brilian Wilayah Timur 2022 menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras masyarakat dalam mengembangkan potensi desanya. Program Desa Brilian dari BRI, yang telah membina 4.327 desa di Indonesia, terbukti efektif dalam mendorong optimalisasi potensi desa dan pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi lokal mereka secara berkelanjutan.