Gunung Lewotobi Laki-laki Tetap Siaga Level III: Pemantauan Intensif Mengungkap Aktivitas Vulkanik yang Meningkat

Gunung Lewotobi Laki-laki Tetap Siaga Level III: Pemantauan Intensif Mengungkap Aktivitas Vulkanik yang Meningkat

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir, berdasarkan data pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Hasil monitoring periode 8-15 Maret 2025 menunjukan peningkatan aktivitas seismik dan visual yang perlu diwaspadai. Meskipun aktivitas erupsi fluktuatif, potensi bahaya tetap tinggi, sehingga status gunung api tetap berada pada Level III (Siaga).

Data instrumental mencatat beragam jenis gempa. Rinciannya meliputi:

  • 29 kali gempa letusan
  • 158 kali gempa embusan
  • 62 kali gempa harmonik
  • 2 kali gempa low frequency
  • 8 kali gempa vulkanik dalam
  • 6 kali gempa tektonik lokal
  • 36 kali gempa tektonik jauh
  • 3 kali getaran banjir
  • 2 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 2,2 mm (tercatat pada 11 Maret 2025)

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa peningkatan gempa vulkanik dalam pada 13 Maret 2025 (enam kejadian, dibandingkan rata-rata 1-2 kejadian per hari sebelumnya) menjadi indikator penting. Kenaikan gempa embusan juga menunjukkan tekanan magma yang masih tinggi di dalam gunung. Pengamatan visual menunjukkan tinggi kolom erupsi bervariasi antara 700 hingga 2.500 meter. Pada 15 Maret 2025, tercatat lima kejadian erupsi hingga pukul 12.00 WITA.

Asap hembusan teramati di beberapa area puncak, dengan ketebalan bervariasi. Wafid memperingatkan potensi directed blast (erupsi langsung searah) ke arah barat laut, timur laut, dan barat daya, mengingat adanya zona alterasi atau zona lemah di area tersebut yang menjadi sumber keluarnya asap solfatara. Fluktuasi gempa letusan dan gempa harmonik mengindikasikan suplai magma yang berkelanjutan dan pergerakan fluida (magma, gas, dan uap air) di bawah permukaan. Meskipun gempa low frequency menurun sedikit, aktivitas aliran fluida magma menuju permukaan masih terdeteksi.

Penurunan sedikit pada gempa vulkanik dalam dan peningkatan getaran banjir (yang dipengaruhi oleh intensitas hujan) juga terpantau. Material erupsi yang telah mengendap berpotensi membentuk lahar jika hujan lebat terjadi. Gempa tektonik lokal dan jauh juga mengalami penurunan, namun peningkatan mendadak pada kedua jenis gempa ini, terutama gempa tektonik lokal, perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan aktivitas dan tinggi letusan Gunung Lewotobi Laki-laki. Aktivitas magma di kantong magma diperkirakan sedikit menurun dan bergerak ke arah yang lebih dangkal.

Kesimpulannya, meskipun terdapat beberapa indikator penurunan aktivitas, peningkatan signifikan pada beberapa parameter seismik dan visual menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tinggi dan berpotensi bahaya. Oleh karena itu, status Level III (Siaga) tetap diberlakukan, dan pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut.