Program Cek Kesehatan Gratis Terkendala Keterbatasan Pelatihan Petugas dan Sistem Pendaftaran
Program Cek Kesehatan Gratis Terkendala Keterbatasan Pelatihan dan Sistem Pendaftaran
Program pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang menargetkan 280 juta penerima dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia, menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pelatihan bagi petugas kesehatan dalam melakukan pemeriksaan kanker payudara, meskipun alat-alat seperti USG telah tersedia. Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI dengan Sekretaris Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes), Widyastuti, pada Selasa (4/3/2025).
Widyastuti menjelaskan bahwa petugas kesehatan yang terlibat dalam program CKG memang terlatih dalam pemeriksaan kandungan menggunakan USG, namun belum memiliki kompetensi yang memadai untuk mendeteksi kanker payudara. "Meskipun USG sudah digunakan untuk pemeriksaan ibu dan anak, khususnya untuk pemeriksaan kandungan, namun dalam skrining CKG ini, ada pemeriksaan deteksi kanker payudara yang membutuhkan pelatihan khusus," ujar Widyastuti. Ia menambahkan bahwa hal ini menjadi salah satu hambatan signifikan dalam pelaksanaan program yang ambisius ini. Penguatan pelatihan petugas kesehatan menjadi rekomendasi utama untuk mengatasi masalah ini.
Kendala teknis lainnya terletak pada sistem pendaftaran CKG yang menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sistem ini terbukti menimbulkan masalah bagi bayi baru lahir yang belum memiliki NIK. Pendaftaran atas nama ibu atau orang tua bayi juga ditolak oleh sistem, sehingga menghambat akses mereka terhadap layanan skrining kesehatan. Widyastuti berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan sistemik ini, terutama untuk mengintegrasikan sistem pendaftaran dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain.
Selain masalah pelatihan dan sistem pendaftaran, Adinkes juga merekomendasikan beberapa hal untuk meningkatkan efektivitas program CKG. Rekomendasi tersebut meliputi:
- Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan: Pemberian pelatihan khusus bagi petugas kesehatan agar sesuai dengan kebutuhan skrining kesehatan masing-masing kelompok usia.
- Peningkatan komunikasi publik: Kampanye yang lebih efektif untuk memotivasi masyarakat agar memanfaatkan program CKG.
- Koordinasi dengan asosiasi pekerja: Upaya untuk memfasilitasi pekerja agar dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tanpa harus khawatir kehilangan waktu kerja.
Program CKG yang telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 4,7 triliun ini menawarkan berbagai jenis skrining kesehatan sesuai dengan kelompok usia. Bayi baru lahir mendapatkan enam jenis pemeriksaan, sementara balita hingga lansia mendapatkan jumlah skrining yang bervariasi, mulai dari delapan hingga sembilan belas jenis pemeriksaan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada penyelesaian kendala teknis yang ada, termasuk pelatihan petugas dan perbaikan sistem pendaftaran, agar tujuan mulia program CKG dapat tercapai secara optimal. Kedepannya, kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk memastikan program ini berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.