Indonesia-Vietnam Tingkatkan Kerja Sama Strategis, Didorong Potensi Pasar Domestik RI yang Menarik

Indonesia-Vietnam Tingkatkan Kerja Sama Strategis, Didorong Potensi Pasar Domestik RI yang Menarik

Kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, ke Indonesia baru-baru ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Kehadiran To Lam, yang diterima oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dipicu oleh ketertarikan Vietnam terhadap kekuatan pasar domestik Indonesia yang signifikan. Potensi pasar dalam negeri Indonesia yang besar, menjadi daya tarik utama bagi Vietnam untuk mempererat kerja sama ekonomi dan berbagai sektor lainnya.

Airlangga Hartarto, dalam keterangannya di acara Bina Diskon Lebaran 2025, mengungkapkan bahwa To Lam secara khusus tertarik dengan potensi pasar domestik Indonesia yang mencapai 670 miliar dolar AS atau sekitar Rp 10,9 kuadriliun (berdasarkan kurs Rp16.370 per dolar AS). Angka fantastis ini didorong oleh pertumbuhan kelas menengah yang pesat di Indonesia, yang berkontribusi sebesar 52 persen terhadap pasar domestik nasional. Pemerintah Indonesia, menurut Airlangga, terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program insentif, antara lain:

  • Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri);
  • Bonus Hari Raya bagi pengemudi ojek online dan kurir;
  • Diskon tarif pesawat hingga 14 persen selama Lebaran;
  • Diskon tarif tol hingga 20 persen pada hari tertentu;
  • Operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan komitmen pemerintah untuk mendukung daya beli masyarakat, termasuk kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja untuk memastikan pengemudi ojek online juga menerima bonus Hari Raya. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah Indonesia untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif dan menarik investasi asing, seperti yang ditunjukkan oleh ketertarikan Vietnam.

Sementara itu, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan To Lam di Istana Kepresidenan Jakarta, menandai perayaan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Vietnam. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama strategis komprehensif di berbagai bidang. Kerja sama ini meliputi sektor ekonomi, otomotif, industri pertahanan, perikanan, dan ekonomi digital. Presiden Prabowo bahkan optimistis bahwa kerja sama di sektor pertanian dapat menjadikan Indonesia dan Vietnam sebagai penyumbang pangan utama dunia.

Kolaborasi di bidang ekonomi hijau, industri teknologi tinggi, dan pertukaran perwira serta latihan bersama di sektor keamanan dan pertahanan juga menjadi bagian dari kesepakatan tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan. Kunjungan To Lam dan kesepakatan kerja sama ini merupakan bukti nyata dari potensi pasar domestik Indonesia yang mampu menarik perhatian negara lain untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan strategis, memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.