Pakar Laktatsi Beri Peringatan: Hindari Kompres Kol pada Mastitis, Risiko Infeksi Meningkat

Hindari Kompres Kol pada Mastitis: Anjuran Terbaru dari Pakar

Praktik mengompres payudara dengan daun kubis atau kol untuk meredakan mastitis, sebuah kondisi peradangan pada jaringan payudara yang sering dialami ibu menyusui, telah lama beredar di masyarakat. Namun, berdasarkan pedoman penanganan mastitis terbaru tahun 2022, metode ini dinyatakan tidak lagi direkomendasikan oleh para ahli kesehatan, termasuk dokter laktasi. Hal ini ditegaskan oleh dr. Patricia Sowita, CIMI, dalam acara Power Pump Mom! - Moms' Awarding & Gathering di Babywise BSD Flagship Store, Tangerang, Sabtu (8/3/2025).

Meskipun diakui bahwa beberapa ibu menyusui pernah merasakan manfaat dari metode ini, dr. Sowita menjelaskan potensi bahaya yang signifikan. Penggunaan daun kol, yang secara alami membawa bakteri, meningkatkan risiko kontaminasi pada luka mastitis. Kontak langsung daun kol dengan area yang meradang dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam jaringan payudara yang terluka, memperparah kondisi dan memicu infeksi sekunder yang lebih serius. "Menempelkan kol ke mastitis ibu bisa menjadi sumber sarana kontaminasi bakteri dari kol ke kulit payudara ibu," tegas dr. Sowita. Risiko ini jauh lebih besar daripada manfaat yang mungkin diperoleh dari pendinginan sederhana yang diberikan oleh daun kol.

Alternatif yang Lebih Aman dan Higienis

Sebagai pengganti kompres kol, dr. Sowita menyarankan ibu menyusui untuk menggunakan metode pendinginan alternatif yang lebih aman dan higienis. Hal ini penting untuk memastikan perawatan mastitis yang efektif tanpa meningkatkan risiko komplikasi. Berbagai pilihan kompres dingin yang steril dan dirancang khusus untuk penggunaan medis tersedia di pasaran dan dapat menjadi solusi yang lebih bijak. Kebersihan dan sterilitas alat pendingin ini akan meminimalisir potensi infeksi dan memastikan proses penyembuhan yang lebih optimal.

Pentingnya Konsultasi Medis

Mastitis merupakan kondisi yang memerlukan penanganan medis yang tepat. Meskipun kompres dingin dapat membantu meredakan gejala seperti bengkak dan nyeri, penting bagi ibu menyusui untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan jika mengalami gejala mastitis. Penanganan yang tepat dan dini dapat mencegah komplikasi serius dan memastikan pemulihan yang cepat dan aman. Ibu menyusui disarankan untuk tidak mengandalkan pengobatan rumahan yang belum teruji secara medis dan berpotensi berbahaya, seperti kompres kol. Prioritaskan selalu kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi dengan mengikuti anjuran medis yang terbaru dan terbukti efektif.

Kesimpulan: Penggunaan kompres kol untuk mastitis kini tidak lagi direkomendasikan karena risiko kontaminasi bakteri yang signifikan. Ibu menyusui dianjurkan untuk menggunakan alternatif kompres dingin yang lebih aman dan higienis serta berkonsultasi dengan tenaga medis untuk penanganan yang tepat dan efektif.