Ancelotti Ungkap Alasan Endrick Tak Jadi Eksekutor Penalti Real Madrid Lawan Atletico
Ancelotti Ungkap Alasan Endrick Tak Jadi Eksekutor Penalti Real Madrid Lawan Atletico
Drama adu penalti mewarnai laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid dan Atletico Madrid, Kamis (13/3) dini hari WIB. Real Madrid akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2, setelah bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu. Kemenangan dramatis ini mengantarkan Los Blancos ke perempat final, menghadapi Arsenal pada bulan April mendatang. Namun, di balik kemenangan tersebut, terdapat keputusan taktis pelatih Carlo Ancelotti yang menarik perhatian, yaitu terkait pilihan eksekutor penalti terakhir.
Ancelotti awalnya mempertimbangkan penyerang muda berbakat, Endrick, yang baru masuk lapangan pada menit ke-115, sebagai penendang penalti terakhir. Kehadiran Endrick di lapangan sendiri diyakini sebagai strategi untuk mempersiapkannya sebagai algojo dalam skenario adu penalti. Namun, pelatih asal Italia itu kemudian mengubah pikirannya dan menunjuk Antonio Ruediger sebagai penendang terakhir.
Keputusan Ancelotti tersebut diungkapkannya sendiri pasca pertandingan. Dalam wawancara yang dilansir oleh Mirror, Ancelotti menjelaskan, "Kami sempat mempertimbangkan antara Endrick atau Ruediger. Setelah melihat ekspresi wajah Endrick, saya akhirnya memutuskan untuk memilih Ruediger." Ancelotti menambahkan, "Adu penalti ibarat lotere. Ruediger tampak lebih tenang." Meskipun Ancelotti tidak menjelaskan lebih detail, implikasi dari pernyataannya cukup jelas: Ancelotti menilai Endrick tampak gugup, sehingga ia memilih untuk menghindari risiko dan mempercayakan tugas krusial tersebut kepada Ruediger, yang memiliki pengalaman dalam situasi serupa.
Ruediger sendiri sukses menjalankan tugasnya. Tendangannya memang sempat mengenai tangan kiper Atletico, Jan Oblak, tetapi bola tetap meluncur deras masuk ke gawang, memastikan kemenangan Real Madrid. Pengalaman Ruediger dalam adu penalti sebelumnya, termasuk saat mencetak gol penentu kemenangan Real Madrid atas Manchester City musim lalu dengan skor 4-3, kemungkinan besar menjadi pertimbangan utama Ancelotti dalam membuat keputusan ini.
Keputusan Ancelotti untuk mengesampingkan Endrick, meskipun berpotensi sebagai langkah yang berisiko, akhirnya terbukti tepat. Kemenangan Real Madrid menunjukkan bahwa Ancelotti mampu mengambil keputusan tepat di bawah tekanan, mengarahkan timnya meraih hasil yang diinginkan. Kepercayaan Ancelotti terhadap Ruediger dan analisisnya terhadap kondisi mental Endrick menjadi faktor kunci keberhasilan tim dalam laga tersebut.
Berikut poin-poin penting keputusan Ancelotti:
- Endrick masuk di menit ke-115, mengindikasikan perannya sebagai calon algojo penalti.
- Ancelotti mempertimbangkan baik Endrick maupun Ruediger sebagai penendang terakhir.
- Ekspresi wajah Endrick yang tampak gugup menjadi alasan Ancelotti memilih Ruediger.
- Pengalaman Ruediger dalam adu penalti sebelumnya juga menjadi faktor pertimbangan.
- Ruediger sukses mencetak gol penalti penentu kemenangan Real Madrid.
- Keputusan Ancelotti terbukti tepat dan mengantarkan Real Madrid ke perempat final Liga Champions.