Kerja Sama Pemda dan Warga Manggarai Timur Cegah Bencana Lewat Penanaman 15.000 Anakan Pohon

Kerja Sama Pemda dan Warga Manggarai Timur Cegah Bencana Lewat Penanaman 15.000 Anakan Pohon

Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini menjadi lokasi sebuah inisiatif penting dalam upaya mitigasi bencana alam. Sebanyak 15.000 anakan pohon dari berbagai jenis ditanam di lahan warga setempat, hasil kolaborasi warga desa dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Timur. Kegiatan penanaman yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Maret 2025 ini, merupakan respon nyata terhadap ancaman bencana yang kerap melanda wilayah tersebut, khususnya longsor yang beberapa bulan lalu telah merusak satu rumah dan beberapa infrastruktur lainnya di Desa Golo Tolang.

Kepala Desa Golo Tolang, Arkadeus Ngalas, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa lokasi geografis Desa Golo Tolang yang dikelilingi perbukitan membuat desa tersebut rawan terhadap bencana alam, membuat inisiatif penanaman pohon ini sangat krusial. Anakan pohon yang beraneka jenis, termasuk tanaman perdagangan dan bunga, diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penahan tanah dan pencegah erosi, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga desa di masa mendatang. Hal ini selaras dengan komitmen masyarakat untuk turut serta dalam pemeliharaan dan perawatan pohon-pohon tersebut.

Ketua DPRD Manggarai Timur, Salesius Medi, turut hadir dalam kegiatan ini bersama anggota DPRD lainnya dan Kepala UPTD KPH Manggarai Timur, Doni Nggaro. Penyerahan anakan pohon secara simbolis dilakukan oleh para pejabat tersebut kepada perwakilan masyarakat Desa Golo Tolang. Medi menegaskan bahwa program penghijauan ini merupakan langkah strategis dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya reboisasi. Lebih jauh, program ini dijalankan sebagai wujud nyata upaya bersama DPRD dan Pemerintah Desa Golo Tolang dalam menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya pencegahan bencana alam seperti longsor dan kekeringan.

Anggota DPRD Manggarai Timur, Elvis Jehama, yang turut berperan dalam penyaluran bantuan anakan pohon, menjelaskan asal usul bibit tersebut, yaitu dari Pusat Persemaian Labuan Bajo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Jenis anakan pohon yang ditanam cukup beragam, meliputi mahoni, sengon, merbau, dan sejumlah tanaman buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Jehama juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui perawatan pohon yang telah ditanam. Antusiasme warga desa dalam kegiatan ini menandakan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan desa mereka untuk generasi mendatang. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau di Desa Golo Tolang dan meningkatkan kesadaran lingkungan bagi masyarakat.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar penanaman pohon, tetapi sebuah sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Keberhasilan program ini akan menjadi model bagi upaya serupa di wilayah lain yang rentan terhadap bencana alam.

Jenis Anakan Pohon yang Ditanam:

  • Mahoni
  • Sengon
  • Merbau
  • Tanaman Buah-buahan (jenis tidak disebutkan secara spesifik)