Arus Sungai Progo Renggut Nyawa Bocah 9 Tahun di Magelang
Arus Sungai Progo Renggut Nyawa Bocah 9 Tahun di Magelang
Tragedi menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, RB, warga Kota Magelang, Jawa Tengah. Ia ditemukan tewas tenggelam di Sungai Progo, Selasa (4/3/2025) pukul 09.07 WIB. Jasad RB ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi ia dilaporkan hanyut, di bantaran Sungai Progo, Kampung Gebalan, Kota Magelang. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan selama lebih dari 12 jam oleh tim gabungan Basarnas, BPBD Kota Magelang, dan warga sekitar.
Kronologi kejadian bermula pada Senin (3/3/2025) sore sekitar pukul 19.50 WIB. RB bersama tiga teman sebayanya bermain sepeda di kawasan Puri Tuk Songo, yang berdekatan dengan Sungai Progo. Mereka kemudian dilaporkan mandi di sungai tersebut. Salah satu teman RB kemudian memberi tahu orang tua RB bahwa korban terbawa arus sungai. Ketika orang tua RB menyadari anaknya tak kunjung pulang, pencarian pun dimulai. Pakaian korban, kecuali celana, ditemukan di lokasi kejadian, mengindikasikan korban memang tengah bermain di dekat sungai sebelum akhirnya terbawa arus.
Tim pencarian yang terdiri dari unsur BPBD Kota Magelang dan Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur langsung diterjunkan ke lokasi pada Senin malam. Namun, upaya pencarian yang dilakukan hingga pukul 23.30 WIB belum membuahkan hasil. Arus sungai yang deras dan lebarnya sungai menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Basuki, mengungkapkan bahwa kondisi sungai yang menantang membuat proses pencarian jasad korban menjadi sangat sulit. Kendati demikian, tim penyelamat tetap gigih melakukan pencarian dan akhirnya menemukan jasad RB pada Selasa pagi. Proses evakuasi jenazah pun segera dilakukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya RB. Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain di dekat aliran sungai atau perairan lainnya. Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan ketat terhadap anak-anak, mengingat potensi bahaya yang mengintai di sekitar lingkungan kita, terutama di area perairan yang memiliki arus deras.
Proses evakuasi jasad RB telah selesai dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak berwajib pun telah menyelesaikan prosedur penanganan kasus ini. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Kota Magelang. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa waspada dan berhati-hati.