Hartadinata Abadi: Enam Strategi Jitu Kuasai Pasar Emas Nasional dan Global
Hartadinata Abadi: Enam Strategi Jitu Kuasai Pasar Emas Nasional dan Global
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen emas batangan dan perhiasan terkemuka di Indonesia, menargetkan peningkatan signifikan peran mereka dalam industri emas nasional hingga 2025. Hal ini disampaikan melalui enam strategi utama yang dirancang untuk memperkuat posisi perusahaan, baik di pasar domestik maupun internasional, serta mendukung penuh ekosistem Bullion Bank Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk berkontribusi dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto, menekankan kebanggaan perusahaan menjadi bagian integral dari Bullion Bank Indonesia dan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri emas nasional melalui jaringan distribusi yang luas dan ekspansi pasar global.
Direktur Business & Operation HRTA, Yudho Jatmiko, merinci enam strategi kunci tersebut sebagai berikut:
- Penguatan Ekosistem Bullion Bank: HRTA berkomitmen untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem Bullion Bank Indonesia, berperan aktif dalam pengembangan dan stabilisasi pasar emas nasional.
- Peningkatan Citra Merek: Strategi pemasaran yang agresif dan terarah akan diimplementasikan untuk memperkuat brand awareness dan membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk HRTA.
- Pengembangan Desain Perhiasan Otentik: HRTA akan berfokus pada pengembangan desain perhiasan yang inovatif, unik, dan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia, guna menarik minat pasar yang lebih luas.
- Perolehan Sertifikasi LBMA: Perusahaan berupaya untuk memperoleh sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA), sebuah standar kualitas internasional yang diakui secara global, untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.
- Kolaborasi dengan Penambang Lokal: HRTA akan menjalin kemitraan strategis dengan penambang emas lokal untuk memastikan pasokan bahan baku yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
- Pengembangan Pabrik Terintegrasi: Investasi dalam pengembangan pabrik terintegrasi akan meningkatkan efisiensi produksi, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Keberhasilan strategi ini diharapkan akan semakin mengukuhkan posisi HRTA sebagai pemimpin pasar emas di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan kinerja keuangan perusahaan yang positif, ditandai dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 26,48 persen CAGR (2017-2023) dan laba bersih meningkat 15,68 persen CAGR. Hingga September 2024, volume penjualan emas murni bahkan naik 21,08 persen YoY menjadi 11,42 ton, dengan rata-rata harga jual (ASP) tumbuh 17,74 persen YoY menjadi Rp1.158.491. Kontribusi ekspor, meskipun dengan margin yang lebih rendah, dinilai penting untuk pertumbuhan berkelanjutan perusahaan, seperti yang disampaikan oleh Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Chrisnanda. Saat ini, HRTA mengoperasikan jaringan distribusi yang luas mencakup 85 toko ritel emas, 105 toko gadai, dan kemitraan dengan lebih dari 900 toko di seluruh Indonesia. Dengan strategi yang komprehensif dan kinerja keuangan yang solid, HRTA optimis mampu mencapai target dan berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.