Program Sarapan Gratis DKI Jakarta Dihentikan, Anggaran Dialihkan untuk KJP dan Renovasi Kantin Sekolah
Program Sarapan Gratis DKI Jakarta Dihentikan, Anggaran Dialihkan untuk KJP dan Renovasi Kantin Sekolah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membatalkan program sarapan gratis yang sebelumnya menjadi janji kampanye. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi dan pertimbangan matang terhadap prioritas anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dana yang telah dialokasikan untuk program tersebut kini dialihkan untuk dua program unggulan lainnya, yakni peningkatan cakupan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan renovasi sejumlah kantin sekolah di wilayah DKI Jakarta. Pengalihan anggaran ini diyakini dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi kesejahteraan warga Jakarta, khususnya dalam hal pendidikan dan akses terhadap makanan bergizi.
Pramono Anung menjelaskan bahwa program sarapan gratis, meskipun penting, pada akhirnya akan lebih efektif jika dijalankan secara terintegrasi dengan program serupa dari pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, akan tetap memberikan dukungan penuh agar program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat berjalan lancar. Sebagian besar anggaran yang semula ditujukan untuk sarapan gratis kini diprioritaskan untuk meningkatkan jumlah penerima KJP. Dengan pengalihan anggaran tersebut, jumlah penerima KJP akan meningkat pesat, dari 520.000 menjadi 705.000 penerima. Target penambahan penerima ini diharapkan dapat terselesaikan pada bulan Maret atau paling lambat April 2025.
"Anggaran yang semula diperuntukkan sebagian untuk program sarapan gratis, akan kita alihkan untuk memperluas jangkauan KJP, yang merupakan kebutuhan mendesak warga Jakarta," ujar Pramono Anung dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/3/2025). Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah penerima KJP ini akan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak kurang mampu di Jakarta.
Selain peningkatan penerima KJP, alokasi anggaran yang dialihkan juga akan digunakan untuk merenovasi fasilitas kantin sekolah di sejumlah sekolah di DKI Jakarta. Renovasi kantin ini bertujuan untuk mendukung program MBG dari pemerintah pusat dengan menyediakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi siswa untuk mengonsumsi makanan bergizi. Lebih lanjut, Gubernur berharap renovasi kantin juga akan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang dapat berpartisipasi dalam penyediaan makanan di kantin sekolah tersebut. "Sekolah akan berkoordinasi langsung dengan UMKM lokal dalam pengelolaan kantin yang telah direnovasi," imbuh Pramono Anung.
Meskipun Gubernur tidak merinci jumlah pasti anggaran yang dialihkan, ia memastikan bahwa pengalihan anggaran ini merupakan langkah strategis untuk mencapai tujuan yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta melalui akses pendidikan dan nutrisi yang lebih baik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berupaya memaksimalkan penggunaan anggaran untuk program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga Jakarta.
Rencana penggunaan anggaran yang dialihkan:
- Peningkatan jumlah penerima KJP: dari 520.000 menjadi 705.000 penerima.
- Renovasi kantin sekolah untuk mendukung program MBG pemerintah pusat dan pemberdayaan UMKM.