Longsor Sampah TPA Cipayung Memperparah Banjir di Sawangan, Depok: Solusi Jangka Panjang Diperlukan

Longsor Sampah TPA Cipayung Memperparah Banjir di Sawangan, Depok: Solusi Jangka Panjang Diperlukan

Banjir yang merendam Perumahan Asri Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 4 Maret 2025, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, menyoroti permasalahan serius terkait pengelolaan sampah dan infrastruktur sungai di wilayah tersebut. Bencana alam ini diperparah oleh longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang mengalir ke Kali Pesanggrahan, mengakibatkan penyumbatan dan meluapnya air ke pemukiman warga. Sebanyak 40 keluarga terdampak, meskipun pada pukul 13.59 WIB banjir mulai surut. Kondisi ini bukanlah kejadian insidental, melainkan permasalahan berulang yang membutuhkan solusi komprehensif dan berkelanjutan.

Dandim 05/08 Depok, Kolonel Iman Widhiarto, menekankan pentingnya penanganan sampah sebagai langkah utama dalam mencegah banjir serupa di masa mendatang. Beliau menyatakan bahwa longsoran sampah dari TPA Cipayung yang berulang kali terjadi akan terus berdampak pada aliran Kali Pesanggrahan, berujung pada banjir di Sawangan. "Ke depannya, kita harus mengatasi masalah sampah terlebih dahulu. Longsoran dari TPA Cipayung pasti akan berpengaruh dan masuk ke Kali Pesanggrahan lagi," tegas Kolonel Iman. Selain itu, normalisasi Kali Pesanggrahan menjadi krusial untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mencegah genangan air. Pendalaman sungai perlu dilakukan untuk memastikan kelancaran aliran air, sehingga mengurangi risiko banjir. Kolonel Iman juga menyoroti kecepatan penumpukan sampah yang lebih tinggi dibandingkan dengan upaya normalisasi sungai, yang menunjukkan perlunya strategi penanggulangan yang lebih efektif dan terintegrasi.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, menambahkan bahwa wilayah Sawangan Baru, Beji, Pasir Putih, dan Cinangka merupakan empat titik rawan banjir di Kota Depok. Pihaknya telah mengerahkan personel TNI-Polri dan Pemkot Depok untuk membantu warga terdampak, juga dibantu oleh para relawan. Upaya evakuasi dan pembersihan pascabanjir pun dilakukan secara terkoordinasi. Kombes Abdul Waras juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai upaya pencegahan banjir. "Budaya hidup jangan buang sampah sembarangan, ini yang paling penting," ujarnya.

Kesimpulannya, banjir di Sawangan bukan hanya akibat dari hujan lebat, melainkan juga merupakan akumulasi dari permasalahan yang kompleks, yaitu pengelolaan sampah yang buruk dan kurangnya perawatan infrastruktur sungai. Solusi jangka panjang yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Hal ini meliputi peningkatan kapasitas TPA Cipayung, penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, normalisasi Kali Pesanggrahan secara berkelanjutan, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Perlu adanya komitmen bersama untuk membangun sistem pengelolaan bencana yang terintegrasi dan responsif guna melindungi masyarakat dari dampak buruk banjir di masa depan.