Pemprov Jateng Tetapkan ASN Tetap Bertugas Jelang Lebaran 2025, Prioritaskan Kelancaran Arus Mudik
Pemprov Jateng Tetapkan ASN Tetap Bertugas Jelang Lebaran 2025, Prioritaskan Kelancaran Arus Mudik
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025. Berbeda dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diusulkan untuk ASN di daerah lain, Pemprov Jateng memutuskan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap bertugas di kantor menjelang periode libur panjang Idulfitri. Keputusan ini diambil mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu destinasi mudik utama di Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan bahwa kebijakan WFA yang diusulkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lebih relevan diterapkan bagi ASN di daerah asal pemudik, seperti Jakarta, untuk mengurangi kepadatan arus mudik menuju daerah tujuan. Namun, bagi ASN di Jawa Tengah, kebijakan tersebut dinilai kurang tepat. "ASN Pemprov Jateng tidak mudik, justru kita yang menangani pemudik. Jika kami menerapkan WFA, justru akan menimbulkan kekosongan petugas dalam memberikan pelayanan publik," tegas Sumarno dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (12/3/2025).
Lebih lanjut, Sumarno menekankan bahwa periode libur panjang yang telah ditetapkan pemerintah, dimulai dari libur sekolah pada 22 Maret 2025, libur ASN dan pegawai BUMN pada 24 Maret 2025, hingga perayaan Nyepi dan Idulfitri, sudah cukup memadai. Dengan periode libur yang panjang ini, kebutuhan untuk menerapkan WFA di lingkungan Pemprov Jateng dinilai tidak mendesak. Pemprov Jateng berkomitmen untuk memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan optimal selama periode libur Lebaran.
"Sebagai daerah tujuan utama pemudik, Pemprov Jateng telah dan akan terus mempersiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjamin kelancaran arus mudik dan ketersediaan layanan publik," tambah Sumarno. Langkah-langkah tersebut mencakup, namun tidak terbatas pada, peningkatan koordinasi dengan instansi terkait, penambahan personel di titik-titik keramaian, serta optimalisasi pemantauan arus lalu lintas.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan imbauan terkait pengaturan WFA bagi ASN selama empat hari sebelum cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah. Mendagri menekankan pentingnya antisipasi kepadatan lalu lintas menjelang arus mudik, terutama pada Jumat, 28 Maret 2025. Namun, kebijakan WFA yang diterapkan di tingkat nasional tidak serta merta diterapkan di Jawa Tengah, mengingat konteksnya yang berbeda.
Pemprov Jateng mempertimbangkan kondisi spesifik daerahnya sebagai tujuan utama arus mudik, sehingga kebijakan yang diterapkan ditujukan untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal dan arus mudik tetap lancar. Prioritas Pemprov Jateng adalah memastikan pelayanan publik berjalan lancar dan aman selama periode mudik dan libur Lebaran 2025.
Langkah-langkah yang diambil Pemprov Jateng untuk memastikan kelancaran arus mudik meliputi:
- Peningkatan koordinasi antar instansi terkait.
- Penambahan personel di titik-titik keramaian.
- Optimalisasi pemantauan arus lalu lintas.
- Pemantauan dan antisipasi potensi kemacetan.
- Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk pengaturan lalu lintas.
Dengan tetap bertugasnya ASN Pemprov Jateng, diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode arus mudik dan libur Lebaran 2025.