Pergantian Tak Terduga: Sri Mulyani Pamit dari Kursi Menteri Keuangan di Tengah Rapat
Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin, 8 September 2025. Di tengah berlangsungnya rapat pimpinan yang dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sebuah pengumuman tak terduga mengubah suasana. Rapat yang dihadiri oleh para wakil menteri, pejabat eselon satu, dan beberapa eselon dua Kemenkeu itu awalnya membahas strategi komunikasi untuk merespons berbagai isu yang tengah dihadapi institusi.
Pukul 13.05 WIB, rapat dimulai dengan agenda utama membahas strategi komunikasi Kemenkeu dalam menghadapi berbagai tantangan dan isu yang berkembang. Sekretaris Jenderal dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu memberikan paparan awal, diikuti dengan diskusi dinamis dari para pejabat eselon satu. Berbagai masukan dilontarkan untuk memperkuat strategi komunikasi Kemenkeu, termasuk wacana perubahan tagline "APBN Kita" menjadi "APBN Rakyat" agar kebijakan terkait APBN lebih dekat dengan masyarakat. Sri Mulyani juga menekankan pentingnya partisipasi seluruh pegawai Kemenkeu dalam menyuarakan kebijakan APBN. Namun, suasana rapat berubah drastis sekitar pukul 15.15 WIB. Seorang pejabat protokoler menghampiri Sri Mulyani dan memintanya menerima panggilan telepon dari Sekretaris Kabinet. Setelah menerima telepon tersebut, Sri Mulyani kembali ke ruang rapat dengan ekspresi yang mengisyaratkan kebingungan. Ia kemudian meminta seluruh pejabat eselon dua untuk meninggalkan ruangan. Di hadapan para wakil menteri dan pejabat eselon satu, Sri Mulyani menyampaikan kabar mengejutkan bahwa dirinya akan diganti sebagai Menteri Keuangan pada hari itu juga. Pengumuman ini sontak membuat para peserta rapat terkejut dan tidak percaya. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ia belum mengetahui siapa yang akan menggantikannya, dan meminta agar rapat dilanjutkan karena ia ingin segera bertemu dengan keluarganya. Ia menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh, "Good luck untuk Anda semuanya di Kementerian Keuangan dan yang penting saya sudah menyampaikan ini kepada Anda semua. Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Terima kasih semuanya karena telah bekerja dengan baik bersama saya.”
Setelah pengumuman tersebut, Sri Mulyani meninggalkan kantor Kemenkeu. Suasana hening dan penuh haru menyelimuti para pejabat yang ditinggalkan. Tak lama kemudian, pengumuman resmi tentang pergantian menteri keuangan muncul di televisi, mengkonfirmasi informasi yang disampaikan Sri Mulyani. Purbaya Yudhi Sadewa diumumkan sebagai Menteri Keuangan yang baru dan langsung dilantik pada sore hari yang sama. Keesokan harinya, Sri Mulyani kembali ke Kemenkeu untuk melaksanakan serah terima jabatan dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Kedatangannya disambut oleh ratusan pegawai dan sejumlah tamu undangan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti. Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya selama menjabat. Ia juga berpesan agar ruang privasinya sebagai warga negara biasa dihormati. Acara serah terima jabatan diakhiri dengan suasana haru dan air mata dari para pegawai Kemenkeu. Sepanjang perjalanan menuju kendaraan, Sri Mulyani menerima ucapan terima kasih, bunga, ajakan berfoto, dan bahkan ada yang menangis haru di hadapannya. Kepergiannya menjadi momen yang tak terlupakan bagi banyak orang di Kemenkeu, yang mengenang jasa dan kepeduliannya terhadap Indonesia. Ungkapan terima kasih dan apresiasi juga membanjiri media sosial, menunjukkan betapa besar rasa hormat dan cinta yang dirasakan masyarakat terhadap Sri Mulyani Indrawati. Pesan terakhirnya, "Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," akan selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang.