Kendala Pemanfaatan Chromebook di Bangkalan: Puluhan Unit Rusak dan Terbatas untuk ANBK

Puluhan unit Chromebook yang diterima SMAN 1 Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur, mengalami kerusakan dan pemanfaatannya terbatas. Bantuan Chromebook yang diterima sekolah sejak tahun 2021 lalu, kini sebagian besar tidak dapat berfungsi optimal.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjung Bumi, Abd Wahid, mengungkapkan dari sekitar 80 unit Chromebook yang diterima, hanya 40 unit yang masih berfungsi dengan baik. Sisanya mengalami kerusakan atau belum diperiksa kondisinya. Kerusakan ini diduga akibat pemakaian yang intensif sejak diterima. "Sampai sekarang yang 50 persen terpakai baik, sebagian rusak, dan sebagian lagi belum dicek apakah masih bisa dipakai atau sudah rusak," kata Abd Wahid.

Lebih lanjut, Abd Wahid menjelaskan bahwa Chromebook tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan belajar editing. Hal ini membatasi pemanfaatannya di luar Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Chromebook hanya dimanfaatkan oleh sekolah saat ANBK saja.

Selain masalah kerusakan, Chromebook juga memiliki keterbatasan dalam penyimpanan data. Akibatnya, siswa kesulitan menyimpan hasil kerja mereka dan terpaksa menggunakan komputer di laboratorium sekolah untuk praktik belajar. "Salah satu kendala lain, itu tidak bisa menyimpan data," pungkasnya.

Menurut informasi, sebanyak 460 unit Chromebook telah didistribusikan ke 32 SMA/SMK sederajat termasuk SLB di Kabupaten Bangkalan pada era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. Namun, kondisi dan pemanfaatan Chromebook di lapangan menjadi sorotan, khususnya di SMAN 1 Tanjung Bumi.