Proyek Jalan Marunda Terbengkalai: Impian Akses Wisata yang Tertunda

Di pesisir Jakarta Utara, sebuah proyek infrastruktur yang diharapkan menjadi urat nadi baru bagi kawasan Marunda, kini hanya menyisakan jejak-jejak beton yang terbengkalai. Proyek pembangunan jalan di sisi Banjir Kanal Timur (BKT) Marunda, yang digadang-gadang akan menghubungkan Rorotan dengan Marunda, mangkrak selama lebih dari satu dekade.

Seorang warga setempat, Tamsari (65), menceritakan bahwa proyek ini dimulai tak lama setelah pembangunan BKT selesai sekitar tahun 2006, dengan pembangunan jalan dimulai sekitar tahun 2008. Menurut informasi yang ia terima, jalan ini direncanakan sebagai akses utama menuju Pantai Marunda, yang saat itu diwacanakan menjadi destinasi wisata alternatif layaknya Ancol. Namun, impian itu kini terpendam di balik tumpukan material dan lahan sawah yang memisahkan ruas-ruas jalan yang tak tersambung.

Pantauan di lokasi menunjukkan, setidaknya ada empat ruas jalan yang pembangunannya terhenti. Ruas pertama, membentang sepanjang 600 meter dengan lebar 30 meter, cukup untuk dua jalur kendaraan. Meski telah lama dibangun, kondisi betonnya masih relatif baik. Namun, jalan ini berakhir buntu di tengah hamparan sawah yang luas.

Sekitar 300 meter dari titik pertama, terdapat ruas jalan kedua yang juga bernasib serupa. Panjangnya sekitar 500 meter, namun kembali terputus oleh sawah. Demikian pula dengan ruas jalan ketiga dan keempat, masing-masing sepanjang 300 meter, yang juga mangkrak dan terpotong oleh lahan pertanian.

Akibat terbengkalai selama bertahun-tahun, ruas-ruas jalan ini mulai beralih fungsi. Ruas pertama sering dimanfaatkan warga untuk menjemur padi. Ruas kedua dan ketiga menjadi tempat menjemur serbuk kelapa. Sementara ruas keempat, kondisinya lebih memprihatinkan, digunakan untuk menjemur bulu ayam dan bahkan menjadi tempat pembuangan sampah.

Penyebab mangkraknya proyek ini masih menjadi misteri. Namun, dugaan kuat mengarah pada masalah pembebasan lahan. Beberapa warga menduga bahwa masih ada lahan sawah yang belum berhasil dibebaskan, sehingga menghambat kelanjutan proyek. Warga berharap pemerintah dapat segera melanjutkan pembangunan jalan ini. Mereka menilai, jika jalan ini selesai, akan membantu mengurangi kemacetan di kawasan Rorotan-Marunda.

  • Ruas Jalan Pertama: Panjang 600 meter, lebar 30 meter, digunakan untuk menjemur padi dan tempat mangkal JakLingko
  • Ruas Jalan Kedua: Panjang 500 meter, digunakan untuk menjemur serbuk kelapa
  • Ruas Jalan Ketiga: Panjang 300 meter, digunakan untuk menjemur serbuk kelapa
  • Ruas Jalan Keempat: Panjang 300 meter, digunakan untuk menjemur bulu ayam dan tempat pembuangan sampah

Warga juga mengeluhkan kemacetan parah di jalan-jalan kampung, terutama pada jam-jam sibuk. Mereka berharap, dengan selesainya proyek jalan ini, aksesibilitas dan mobilitas warga dapat meningkat secara signifikan.