Demam 'KPop Demon Hunters' Dongkrak Industri Pariwisata Seoul

Gelombang Hallyu Baru: 'KPop Demon Hunters' Pacu Minat Wisatawan ke Seoul

Kesuksesan serial animasi 'KPop Demon Hunters' di platform Netflix telah membawa dampak signifikan bagi industri pariwisata Seoul. Film animasi ini tidak hanya menjadi tontonan populer, tetapi juga menjadi magnet baru yang menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk mengunjungi dan merasakan langsung budaya Korea.

Salah satu contoh nyata dari fenomena ini adalah kelas menari K-pop yang diadakan secara rutin di sebuah studio di dekat Sungai Cheonggye. Puluhan anak muda dari berbagai negara tampak antusias mengikuti gerakan demi gerakan koreografi lagu 'Your Idol' milik Saja Boys, grup fiksi yang menjadi bintang dalam serial tersebut. Program 'Learn K-pop Dance' ini merupakan inisiatif dari Organisasi Pariwisata Seoul yang bertujuan untuk memberikan pengalaman budaya Korea yang otentik kepada para wisatawan.

Kiana, seorang wisatawan asal Iran, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada Seoul semakin besar setelah menonton 'KPop Demon Hunters'. Ia mengaku telah mengunjungi beberapa lokasi ikonik yang muncul dalam serial tersebut, seperti Sungai Han dan Taman Naksan. Namun, baginya, pengalaman belajar menari K-pop secara langsung jauh lebih berkesan.

Serial animasi ini kini bertransformasi menjadi semacam panduan wisata tidak resmi. Alih-alih sekadar berfoto di landmark populer seperti Benteng Naksan, Menara Seoul N, atau Kompleks Olahraga Jamsil, para penggemar kini berusaha meniru berbagai aktivitas yang dilakukan oleh karakter-karakter dalam film. Mereka membuat gelang simpul tradisional seperti yang dikenakan Lumi dan Jinu, menikmati gimbap dan mi instan sebelum "naik panggung" layaknya idola K-pop, dan melakukan berbagai kegiatan lain untuk merasakan pengalaman yang autentik seperti dalam cerita.

"Saat membuat gelang seperti yang dipakai Rumi dan Jinu di Taman Naksan, rasanya seperti saya sendiri yang menjadi karakter dalam filmnya," ujar Amanda, seorang wisatawan asal Chili.

Antusiasme yang tinggi terhadap program-program ini mendorong Organisasi Pariwisata Seoul untuk meningkatkan frekuensi acara Seoul Culture Hunters dari satu kali menjadi dua kali seminggu. Banyak sesi bahkan habis dipesan dalam waktu singkat. Perwakilan dari Organisasi Pariwisata Seoul menyatakan bahwa banyak turis asing sangat tertarik dengan budaya asli Korea, dan film animasi ini semakin memicu rasa ingin tahu mereka terhadap hal-hal yang ada di dalam film tersebut.

  • Para turis asing sangat antusias mengenakan kostum Saja Boys.
  • Membuat gimbap bersama.
  • Merekam video mereka sendiri.
  • Bahkan ada yang kembali berkunjung dan membawa keluarganya.

Puncak dari demam 'KPop Demon Hunters' terjadi pada Han River Light Show pada tanggal 7 September lalu. Sebanyak 1.200 drone menghiasi langit malam dengan animasi karakter-karakter dari serial tersebut, serta landmark Seoul seperti Jembatan Cheongdam dan Desa Hanok Bukchon. Pertunjukan spektakuler ini berhasil menarik perhatian sekitar 20.000 penonton, termasuk wisatawan dari berbagai negara.

Melihat kesuksesan animasi ini, Pemerintah Kota Seoul berupaya mengambil langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pariwisata yang ada. Mereka tengah menjajaki kerja sama hak kekayaan intelektual dengan Netflix untuk menghadirkan lebih banyak program wisata tematik, termasuk zona foto bertema dan bus keliling kota dengan fitur karaoke K-pop.

Pejabat Pemkot Seoul menjelaskan bahwa dampak dari 'KPop Demon Hunters' baru saja dimulai, dan langkah selanjutnya adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi hits global berikutnya. Melalui program yang menggabungkan konten dan pariwisata, mereka berharap dapat memperkuat posisi Seoul sebagai destinasi wisata dunia yang menarik.