Insiden di Masjid Istiqlal: Petugas Keamanan Tegur Pengunjung yang Tertidur dengan Pengeras Suara

Insiden di Masjid Istiqlal: Petugas Keamanan Tegur Pengunjung yang Tertidur dengan Pengeras Suara

Sebuah insiden di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan seorang petugas keamanan menegur pengunjung yang tertidur menggunakan pengeras suara (toa) viral di media sosial. Video tersebut, yang diunggah oleh akun Instagram @topviralindo, menunjukkan momen ketika petugas tersebut meminta para jamaah yang sedang beristirahat di selasar lantai dua masjid untuk segera menunaikan salat atau meninggalkan area karpet ruang ibadah. Nada bicara petugas yang tinggi dalam video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet, terutama terkait dengan cara petugas menegur jamaah.

Pihak pengelola Masjid Istiqlal dengan cepat memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Kepala Bidang Riayah Masjid Istiqlal, Kombes Pol (Purn.) Zainuri Anwar, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Menurut Zainuri, kejadian tersebut bermula dari kegiatan rutin pembersihan karpet di ruang utama masjid yang dilakukan setiap pagi. Dalam proses pembersihan tersebut, petugas keamanan memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk mengingatkan siapa pun yang tidur di area karpet agar segera meninggalkan lokasi.

Zainuri menjelaskan bahwa meskipun tidak dalam proses pembersihan, petugas keamanan memang seharusnya mengingatkan siapa pun agar tidak tidur di ruang ibadah. Hal ini sesuai dengan aturan yang telah dipasang di depan pintu masuk ruang ibadah, yang meliputi larangan merokok, makan dan minum, tidur, serta membawa barang dan sepatu ke dalam area karpet. Aturan ini dibuat untuk menjaga kesucian dan kenyamanan jamaah yang beribadah di masjid nasional terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Zainuri menekankan bahwa penggunaan pengeras suara bukanlah metode utama dalam pengawasan, melainkan tindakan terakhir setelah peringatan persuasif tidak diindahkan. Menurut penjelasan pengurus, jamaah yang ditegur dalam video tersebut sebelumnya telah diberikan peringatan sebanyak dua kali secara persuasif oleh petugas. Namun, setelah pergi, jamaah tersebut kembali lagi ke tempat semula dan tidur. Kejadian ini berulang hingga tiga kali.

"Pada peringatan ketiga, satpam akhirnya menegur dengan suara agak tinggi melalui pengeras suara. Nah, saat inilah momen itu direkam oleh jemaah lain dan kemudian viral. Sedangkan dua peringatan awal yang dilakukan secara baik-baik tidak terekam," jelas Zainuri.

Video yang diunggah oleh akun @topviralindo memberikan narasi bahwa pengeras suara yang seharusnya digunakan untuk pengumuman penting seputar masjid justru digunakan untuk menegur pengunjung yang sedang beristirahat. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan perdebatan di kalangan warganet.

Sebagai ikon nasional, Masjid Istiqlal memiliki sejumlah aturan ketat yang wajib dipatuhi oleh pengunjung. Aturan-aturan ini telah ditempel jelas di pintu masuk ruang ibadah dan meliputi larangan merokok, makan dan minum, tidur, serta membawa barang maupun alas kaki ke dalam area karpet. Aturan-aturan ini dibuat bukan untuk membatasi pengunjung, melainkan untuk menjaga kehormatan masjid sebagai rumah ibadah. Pengurus Masjid Istiqlal berharap agar insiden ini menjadi momentum untuk mengedukasi publik mengenai fungsi dan aturan di masjid, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesucian Masjid Istiqlal.

Zainuri juga mengingatkan bahwa petugas keamanan hanya menjalankan tugas sesuai dengan SOP yang berlaku, dan mengimbau para pengunjung untuk mematuhi aturan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga mengajak jamaah untuk saling mengingatkan dengan cara yang baik apabila melihat ada pelanggaran aturan di lingkungan masjid.