Karya Seni Kontroversial Banksy Muncul di Depan Pengadilan Tinggi London, Kritisi Penanganan Demonstrasi

Seniman jalanan anonim, Banksy, kembali memicu perdebatan dengan karya terbarunya yang muncul di depan Pengadilan Tinggi London. Mural tersebut menggambarkan seorang hakim yang mengenakan wig dan jubah kebesaran, tampak sedang memukul seorang demonstran yang tergeletak di tanah. Demonstran itu sendiri memegang sebuah pamflet yang terlihat berlumuran darah.

Kemunculan karya ini diduga kuat sebagai respons terhadap penangkapan ratusan demonstran yang mendukung Palestine Action di Inggris. Kelompok tersebut telah dilarang oleh pemerintah Inggris dan dianggap sebagai organisasi teroris sejak Juli lalu, setelah beberapa anggotanya memasuki pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Karya seni ini pun dengan cepat menarik perhatian publik dan wisatawan, yang berbondong-bondong datang untuk melihat dan mengabadikan gambar mural tersebut.

Namun, saat ini mural tersebut telah ditutupi dengan penghalang logam dan lembaran plastik hitam besar. Hal ini dilakukan karena status bangunan Pengadilan Tinggi London sebagai cagar budaya, yang membuat penghapusan mural menjadi sulit dilakukan. Dua petugas polisi juga ditempatkan di lokasi untuk berjaga-jaga.

Banksy sendiri dikenal luas karena dukungannya terhadap Palestina. Pada tahun 2015, ia mengunjungi Gaza setelah perang dan menciptakan sejumlah mural di sana, termasuk di pintu-pintu bangunan yang hancur. Pada tahun yang sama, ia juga merilis film pendek yang merekam perjalanannya memasuki terowongan bawah tanah di Gaza.

Pada tahun 2023, Banksy kembali menyuarakan dukungannya dengan membuat mural yang menyerukan gencatan senjata di Palestina. Sayangnya, karya tersebut dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mural yang berjudul "Anti-Perang" itu diyakini sebagai tanggapan terhadap konflik antara Israel dan Hamas, yang mengakibatkan ribuan warga sipil Palestina kehilangan nyawa.

Selain isu Palestina, Banksy juga sering mengangkat isu-isu kemanusiaan lainnya dalam karyanya. Pada tahun 2020, ia meluncurkan sebuah kapal penyelamat yang didanai dari dana pribadinya. Kapal tersebut dicat dengan warna merah muda yang mencolok dan dihiasi dengan grafiti khas Banksy.

Kapal penyelamat tersebut ditujukan untuk membantu menyelamatkan migran di Laut Mediterania, yang berusaha menyeberang dari Afrika Utara ke Eropa. Salah satu mural di kapal tersebut bertuliskan "Kita semua berada di kapal yang sama," sebuah pesan solidaritas dan kemanusiaan dalam menghadapi krisis pengungsi.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai karya-karya Banksy yang berkaitan dengan isu kemanusiaan:

  • Dukungan terhadap Palestina: Melalui mural dan film, Banksy telah berulang kali menyuarakan dukungannya terhadap warga Palestina yang terdampak konflik.
  • Krisis Pengungsi: Peluncuran kapal penyelamat menunjukkan komitmen Banksy untuk membantu para migran yang mencari perlindungan di Eropa.
  • Kritik terhadap Kekuasaan: Mural terbarunya di depan Pengadilan Tinggi London mengkritik penanganan demonstrasi dan penggunaan kekerasan oleh aparat.

Karya-karya Banksy sering kali memicu kontroversi dan perdebatan, tetapi juga mendorong orang untuk merenungkan isu-isu sosial dan politik yang penting.