Tragedi di Wina: Mahasiswa Indonesia Meninggal Dunia Saat Mendampingi Kunjungan Kerja Pejabat
Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Indonesia setelah seorang mahasiswa asal Indonesia, Muhammad Athaya Helmi Nasution, dilaporkan meninggal dunia di Wina, Austria. Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Belanda tersebut, meninggal saat bertugas mendampingi kunjungan kerja sejumlah pejabat publik Indonesia.
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengumumkan kabar duka ini, mengungkapkan bahwa Athaya menghembuskan nafas terakhir pada 27 Agustus lalu. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya, PPI Belanda menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu anggotanya tersebut. Athaya diketahui merupakan anggota PPI Groningen. Keberadaannya di Wina adalah dalam rangka mendampingi kunjungan kerja tertutup yang melibatkan sejumlah pejabat dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada 25 hingga 27 Agustus.
Menurut keterangan PPI Belanda, Athaya diduga meninggal dunia akibat heatstroke yang berujung pada stroke. Sebelum meninggal, almarhum disebut telah menjalankan tugas pendampingan sebagai pemandu sejak pagi hingga malam hari. PPI Belanda juga menyoroti dugaan kelalaian dari pihak event organizer (EO) dan koordinator liaison officer (LO) yang bertanggung jawab atas pengaturan kunjungan kerja para pejabat RI di Wina. Lebih lanjut, PPI Belanda mengungkapkan bahwa acara kunjungan kerja tersebut tetap berjalan seperti biasa setelah Athaya meninggal dunia.
"Alih-alih mengunjungi tempat penginapan saat almarhum menghembuskan napas terakhir, acara kunjungan kerja terus bergulir di mana pihak EO justru terus sibuk mengurus persiapan acara makan-makan bersama pejabat publik di restoran," tulis PPI Belanda dalam pernyataannya.
Pihak keluarga Athaya, menurut PPI Belanda, juga mengindikasikan adanya upaya penutupan informasi mengenai detail kegiatan dan identitas pihak-pihak yang didampingi oleh almarhum selama di Wina dari pihak EO.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) turut memberikan respons atas kejadian ini. Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu, Yudha Nugraha, menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wina telah memberikan bantuan kekonsuleran, termasuk pengurusan dokumen dan pemulasaraan jenazah. Jenazah Athaya telah dipulangkan ke Indonesia pada 4 September lalu.
"KBRI Wina juga telah memberikan bantuan kekonsuleran berupa pengurusan dokumen, koordinasi dengan otoritas setempat dan sekaligus pemulasaraan jenazah bersama dengan Komunitas Islam Indonesia di Wina. Sesuai permintaan keluarga, jenazah almarhum telah dipulangkan ke Tanah Air pada tanggal 4 September 2025," ujar Yudha.
Yudha menambahkan bahwa Athaya bertugas mendampingi delegasi RI dalam serangkaian pertemuan dengan otoritas Austria. Penugasan panitia yang berasal dari kalangan mahasiswa, sepenuhnya dikelola oleh pihak EO dari Indonesia.