Krisna Mukti Ungkap Strategi Awal Terjun ke Politik: Mengandalkan Popularitas Sinetron

Popularitas di dunia hiburan menjadi modal utama bagi sebagian orang untuk terjun ke dunia politik. Hal ini diakui oleh aktor Krisna Mukti, yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

Dalam sebuah wawancara, Krisna Mukti mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR pada awalnya didorong oleh popularitasnya sebagai seorang aktor sinetron. Ia mengaku bahwa saat itu dirinya belum memiliki pemahaman yang mendalam mengenai politik dan mekanisme kerja di parlemen.

"Dulu waktu itu, sinetron saya lagi naik daun," ujarnya. Pengakuan ini memberikan gambaran bahwa popularitas dapat menjadi daya tarik bagi partai politik untuk merekrut figur publik sebagai calon legislatif.

Namun, Krisna Mukti tidak menampik bahwa setelah terpilih menjadi anggota DPR, ia menyadari pentingnya belajar dan memahami seluk-beluk dunia politik. Ia menyebutkan bahwa dirinya banyak belajar dari rekan-rekannya yang lebih berpengalaman, seperti Primus Yustisio dan Venna Melinda. Keduanya merupakan politisi senior yang memberikan bimbingan dan arahan kepadanya.

"Setelah itu gue belajar banget sih, karena kan gue kenal sama Primus ya. Jadi, gue belajar sama Primus, dia sudah senior dari gue. Gue juga belajar sama Venna Melinda gimana sih partai dan politik ini," ungkapnya.

Krisna Mukti juga berbagi pengalamannya mengenai gaji dan tunjangan yang diterima sebagai anggota DPR. Ia menyebutkan bahwa terdapat potongan untuk partai politik dari total pendapatan yang diterimanya. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak memanfaatkan fasilitas rumah dinas yang disediakan, dan memilih untuk tetap tinggal di rumah pribadinya karena lokasinya yang lebih dekat dengan gedung DPR.

Pengalaman Krisna Mukti ini memberikan gambaran tentang bagaimana seorang figur publik dapat memanfaatkan popularitasnya untuk memasuki dunia politik. Namun, ia juga menekankan pentingnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan baik.

Berikut rincian yang diungkapkan Krisna Mukti mengenai kehidupannya sebagai anggota DPR:

  • Pembelajaran Politik: Mendapatkan bimbingan dari politisi senior seperti Primus Yustisio dan Venna Melinda.
  • Gaji dan Tunjangan: Menerima gaji dan tunjangan sebesar Rp 60 juta, dengan potongan Rp 10 juta untuk partai.
  • Rumah Dinas: Tidak menggunakan rumah dinas dan memilih tinggal di rumah pribadi.

Pengalaman Krisna Mukti menjadi cermin bagi para figur publik yang ingin terjun ke dunia politik. Bahwa popularitas adalah modal awal, namun pemahaman politik dan dedikasi untuk rakyat adalah hal yang utama.